Anies Baswedan, Bermimpi Jadi Presiden

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Senin kemarin rombongan seniman mendatangi Komisi 10 DPR RI untuk memprotes revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut rencana di atas lokasi TIM akan dibangun hotel mewah berbintang yang dikelola oleh BUMD Jakarta, Jakarta Propertindo (JakPro). Sebenarnya sudah lama para seniman ini menolak dan protes atas rencana revitalisasi TIM oleh Anies Baswedan ini. Para seniman mengaku tidak pernah diajak bicara oleh gubernur Jakarta Anies Baswedan. Padahal TIM dibangun sebagai upaya memfasilitasi para seniman Jakarta dan kegiatan seni serta kebudayaan di Jakarta. TIM merupakan ikon atau simbol kesenian dan kebudayaan Jakarta. Sekarang revitalisasi terus menuai kritik dan penolakan bukan hanya oleh para seniman tetapi juga oleh masyarakat luas serta DPR RI. Tapi revitalisasi itu jalan terus dan sekarang sudah ada bangunan yang dirobohkan di lokasi TIM.

Sekarang ini memang banyak kebijakan yang dilakukan oleh gubernur Jakarta Anies Baswedan banyak menuai penolakan dan kritik masyarakat Jakarta. Belum selesai soal penanganan banjir Jakarta yang saat ini sudah 5 kali Jakarta alami banjir dalam waktu belum 2 bulan di tahun 2020. Dalam urusan banjir Jakarta, pemprov Jakarta di bawah gubernur Anies Baswedan tidak melakukan apa-apa untuk membantu meringankan beban korban banjir Jakarta hingga hari ini. Justru dalam peristiwa banjir Jakarta ini Anies Baswedan menyalahkan pemerintah pusat yang tidak melakukan apa-apa dalam menangani masalah banjir. Anies Baswedan mengatakan bahwa banjir Jakarta terjadi karena kurang area resapan air untuk menampung air hujan. Belum selesai urusan banjir, beberapa waktu lalu Anies Baswedan menebang 200 pohon dari area ruang terbuka hijau (RTH) Monas. Penebangan 200 pohon dilakukan katanya untuk revitalisasi Monas, ini pun menuai penolakan dan kritik masyarakat tetapi tetap jalan. Akhirnya ketahuan bahwa revitalisasi Monas itu dilakukan karena Anies Baswedan ingin menjadikan area Monas sebagai sirkuit Formula E. Sekarang juga sedang terjadi penolakan dan kritik atas rencana Anies Baswedan mengadakan sirkuit Formula E di Monas. Penolakan dan kritik masyarakat dan pemerintah pusat terhadap kegiatan Formula E ini juga tetap dijalankan oleh Anies Baswedan. Anies Baswedan menyatakan bahwa pembangunan sirkuit Formula E di Monas sudah mendapat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya. Tetapi terakhir diberitakan bahwa rekomendasi itu palsu dan diakui sebagai salah ketik oleh sekda pemprov Jakarta.

Melihat upaya keras kepala Anies Baswedan tetap melakukan empat kebijakan yang ditolak oleh publik menandakan bahwa ada agenda pribadi yang ditutupi oleh Anies Baswedan. Bertepatan dengan banyak penolakan terhadap kebijakan Anies Baswedan ini muncul berita atau informasi sekelompok orang yang mendukung dan mencalonkan Anies Baswedan jadi presiden pada Pilpres 2024. Rupanya agenda keinginan jadi presiden ini yang sedang dipersiapkan oleh Anies Baswedan di balik semua kebijakan kontroversial di Jakarta sekarang ini. Ya, Anies Baswedan sedang mimpi jadi presiden sekarang. Anies sedang terbuai dan mimpi di atas keasyikan sudah menjadi presiden. Soal mimpi dan berhayal jadi presiden, Jose Rizal Mania, seniman yang biasa berkegiatan di TIM pada tahun 2018 pernah menulis dalammposternya, “termenung di atas kloset menghayal jadi presiden…. plung”. Sepertinya saat ini Anies Baswedan sedang mimpi dan berhayal jadi presiden di atas kloset dan plung jatuh mimpi itu.

Mimpi Anies Baswedan jadi presiden itu dilakukan dengan menjadi semua soal kebijakan pembangunan di Jakarta menjadi media atau alat mimpi Anies Baswedan. Digunakan oleh Anies Baswedan semua kebijakan kontroversialnya itu agar melahirkan citra untuk mimpi jadi presiden. Kalo pun terjadi penolakan maka penolakan itu digunakan Anies Baswedan juga sebagai alat menaikan citra simpati mimpi jadi presiden. Sementara semua proyek itu berjalan maka dijadikan modal materil mimpi jadi presiden oleh Anies Baswedan. Sebaiknya Anies Baswedan berhenti bermimpi, termenung di atas kloset menghayal jadi presiden agar tidak jadi plung. Jakarta perlu dibangun dengan baik bukan dalam mimpi jadi presiden. Anies Baswedan berhentilah menyalahkan pemerintah pusat atau orang lain atas kesalahannya, berhentilah dan kembalikan Monas sebagai RTH, berhentilah merevitalisasi Monas menjadi ajang sirkuit Formula E dan berhentilah merevitalisasi TIM menjadi kawasan bisnis hotel. Ya Anies Baswedan, bangunlah dan berhentilah termenung berhayal. Coba perhatikan syair yang ditulis oleh seniman TIM, Jose Rizal Manua. Masyarakat Jakarta dan para seniman mari bangunkan Anies basweda dari mimpi jadi presiden agar Anies Baswedan tidak jatuh, plung ke dalam kloset dan dibawa ke laut oleh banjir Jakarta.

Jakarta, 18 Pebruari 2020
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here