Anies Bohongi Mensetneg Tentang Izin Formula E di Monas?

Tempo

SintesaNews.com – Judul berita di atas terinspirasi dari judul berita Tempo: Izin Formula E di Monas, Anies Baswedan Bohongi Mensetneg, yang mana sekarang berita tersebut telah diubah judulnya. Lho kenapa diubah?  Mana ku tau…

Di mana ketidak sesuainnya kata-kata Anies tersebut? Mari saya tunjukan:

1. Dalam suratnya kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka dua hari lalu, Anies Baswedan menyatakan TELAH MEMPEROLEH rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya DKI tentang penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut di area Monas.

“Dalam rangka menjaga fungsi kelestarian Iingkungan dan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta,” tulis Anies dalam surat resmi benomor 61/-1/857.23 yang ditujukan kepada Menteri Sekretariat Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, pada Selasa, 11 Februari 2020.

Bukti suratnya silakan dizoom.

2. Surat itu yang kemudian membuat Mensetneg akhirnya mengizinkan Anies Baswedan dan jajarannya menggunakan Monas sebagai bagian dari lintasan Formula E. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, irit berkomentar terkait dengan keberatan dari Tim Ahli Cagar Budaya. Cucu hanya menyatakan bahwa mereka telah bertemu dengan Tim Ahli Cagar Budaya.

3. Bukti kebohongan Anies terpampang nyata, ketika Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Mundardjito menyatakan bahwa ia TIDAK MEREKOMENDASIKAN kawasan bersejarah tersebut untuk dilintasi jet darat listrik tersebut.

Kami tidak merekomendasikan itu, karena ada nilai sejarah penting di sana.” ucapnya. Seperti yang dikutip dari Tempo.

Masih dari Tempo, menurut guru besar arkeologi Universitas Indonesia itu, banyak lokasi lain yang bisa dijadikan arena balap mobil, misalnya Gelora Bung Karno. “Kenapa enggak di Senayan saja? Kan sama-sama olahraga,” ujarnya.

Kesimpulannya, dari urutan kasus dan fakta yang dikatakan oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya yang diberitakan oleh Tempo  tersebut, Anies jelas telah membohongi Mensetneg melalui surat yang ditulis dan mengatakan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta, sehingga Mensetneg mengizinkan Anies Baswedan dan jajarannya menggunakan Monas sebagai bagian dari lintasan Formula E. Faktanya: Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta mengatakan: TIDAK MEREKOMENDASIKAN itu, karena ada nilai sejarah penting di sana, ia justru mengatakan ‘kenapa tak di Senayan saja?.’

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here