AS-NATO Menarik Pasukan, Ukraina Merasa Ditinggal

Penulis: Brother Husayn

Desakan dunia minta Rusia-Ukraina berdamai. Melihat situasi dan kondisi hingga kini, pasukan Rusia telah bergerak hampir ke seluruh kota strategis Ukraina. Moskow mengklaim berhasil melumpuhkan lebih dari 70 fasilitas militer di Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa negaranya diabaikan oleh Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) di tengah invasi Rusia yang semakin meluas.

“Kami saat ini seperti dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami,” kata Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video, dikutip dari AFP, Jumat (15/2).

Zelensky mengatakan Ukraina dibiarkan sendiri mempertahankan negaranya dari serangan Rusia yang melancarkan invasi besar-besaran hingga kini telah menewaskan sekitar ratusan warga Ukraina.

Zelensky mengungkapkan “kelompok sabotase” Rusia juga telah memasuki ibu kota Kiev. Ia mendesak warga ibu kota untuk tetap waspada dan mematuhi jam malam yang telah ditentukan.

Berdasarkan laporan yang Zelensky terima hingga Kamis (24/2) malam, setidaknya ada 137 warga Ukraina baik anggota militer maupun warga sipil yang tewas karena serangan rudal Rusia. Sementara itu sekitar 310 orang lainnya terluka.

Zelensky menegaskan dia dan keluarganya tetap akan berada di Ukraina, meskipun Rusia mengidentifikasi dia sebagai target utama mereka.

“Siapa yang siap bertempur bersama kami? Saya tidak melihat siapapun. Siapa yang menjamin aksesi Ukraina ke NATO? Semua orang takut,” imbuhnya.

Pasukan Rusia juga telah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl di Ukraina utara, salah satu tempat terjadinya bencana nuklir paling parah di dunia.

Militer Rusia menduduki situs nuklir tersebut pada hari pertama invasi, demikian keterangan Agensi Manajemen Zona Eksklusi yang merupakan lembaga resmi pemerintah negara Ukraina.

NATO pun belum memutuskan respons militer terkait konflik ini, salah satunya karena Ukraina bukan anggota aliansi tersebut. Namun, negara-negara NATO seperti Polandia, Estonia, Latvia, dan Lituania telah menyuarakan memberlakukan Pasal 4 NATO terkait serangan Rusia ke Ukraina.

Pasal 4 NATO berbunyi, Para pihak akan berkonsultasi bersama kapan pun, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu pihak terancam.

Hingga kini AS dan sekutu telah menjatuhkan sederet sanksi bagi Rusia. Namun, Amerika menegaskan hingga kini tidak akan menerjunkan pasukan atau bantuan militer untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Menurut situs NATO, konsultasi berdasarkan Pasal 4 dapat mengarah pada tindakan kolektif di antara 30 negara anggota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here