Beeegh, Ben Ruben, Ga Nyangka Loe Sebegitunya

Kolom: Langit Quinn

Berdasarkan  keterangan kuasa hukum Stefani, pemilik I Am Geprek Bensu,  jadi gini:

I Am Geprek Bensu sudah berdiri 2017. Dimiliki oleh Stefani. Berdiri outlet pertama itu di Pademangan. Kalau beli kudu antre-antre sampai sekarang.

Waktu awal mau buka, teman si Stefani ini, namanya Jordi, adeknya Ruben minta ngajak kerjasama, minta “kangtau-kangtau”, di oke-in, dia jadi karyawan yaitu Manajer Operasional. Di oke-kan sama Stefanie, namanya juga sahabat. Tidak ada saham dia di sana padahal. Lalu ia  mengusulkan supaya Ruben jadi brand ambassador (BA). Di oke-kan juga.

Tak lama makin berkembang dan berdiri 40 outlet. Setelah berkembang, Ruben ga mau lagi jadi brand ambassador, ngeliat peluang gitu kan, dia batalkan sepihak,  ditanya sama pihak Stefani kenapa? Ditawarkanlah oleh pihak Stefani harga yang besar, awalnya kan dapat 30%, lalu Ruben ditawarin 50:50. Di-oke-in. Tapi kemudian dia batalkan sepihak, mau buka sendiri, dan mengatakan nama Bensu itu milik dia dan minta semua outlet Stefani ditutup nggak boleh pakai nama  Bensu. Dua hari kemudian dia malah kirim somasi, dan suruh outlet milik Stefani ditutup.

Padahal nama Bensu sudah ada sebelum Jordi dan Ruben masuk. Berdasarkan nama Bapaknya Yangcent partner Stefani, yang bernama Benny Sujono yg disingkat jadi Bensu.

Lucunya saat pihak Stefani mendapatkan merk dagang I Am Geprek Bensu siang hari, malamnya Ruben juga dapat merk dagang yang sama. Tapi dengan nomor urut berbeda, dia dapat nomor urut belakangan. Selisih sekitar 50 nomor.

Tapi masalahnya pihak Stefani duluan yang daftarin di bulan Mei, Ruben di bulan Agustus.

Pihak Ruben diketahui udah berkali-kali gugat, lalu menang, lalu pihak Stefani banding, dan gantian dia menang. Tapi pihak Stefani ga mau ekspos.

Sampai kali ini kemudian terekspos. Dan seperti yang dibilang sama kuasa hukum Stefani, dia jelas punya kekuatan hukum.

Pihak Ruben selama kerjasama dengan Stefani, memasukan satu stafnya untuk di bagian dapur ke I Am Geprek Bensu, dan 1 bagian admin. Stevanie polos-polos aja digituin. Sampe akhirnya Ruben ga mau jadi BA kemudian adik Ruben dan 2 pegawai Ruben out juga tanpa pamit. Lalu mereka bikin Ayam Geprek sendiri.

Bahkan orang-orang (franchiser) dari 30 outlet Stefanie ikut Jordi.

“Kalian mau ikut kami atau tetap di sini? Kami bikin sendiri Ayam Geprek sendiri”

Ya namanya ngartes kan, tentu mereka milih yang milik ngarteslah.

Setelah gugat sana gugat sini, sampe Bengkel Susu di Bandung juga digugat sama Ruben, dan Bengkel Susu Menang, karena dia duluan yang daftarin merk. Mentang-mentang namanya pake singkatan Bensu juga, dia pikir nama Bensu adalah singkatan namanya doank, dan orang lain nggak boleh memakainya.

Lalu merk dagang Bengkel Susu tersebut dibeli sama Ruben dengan harga fantastis (menurut kuasa hukum Stefani) dan dengan landasan  itu, ia menggugat lagi I Am Geprek Bensu milik Stefani.

Dipikir setelah punya Bensu (bengkel susu) dibeli, dia juga bisa klaim merk I Am Geprek Bensu.
Ya bedalah bhambang…! Itu produk susu sapi…, bukan ayam geprek…. Logonya juga beda. Lagian Benyamin Sueb juga bisa disingkat jadi Bensu. Kenapa ngga bikin nama lain misal nama aslinya, Ayam Geprek Ruben Onsu misalnya.

Sekarang merk Bensunya si Ruben harus dibatalkan dengan alasan melanggar, karena nama dan logonya itu plek ketiplek mirip, dan punya Stefanie yang duluanlah yang buat dan sah.

Pihak Stefanie mempersilahkan pihak Ruben pakai merk itu tentu dengan beli lisensi.

Mengutip kata-kata kuasa hukum Stefani, “Keterlaluan, sudah dikasih kesempatan malah mengakui.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here