BEM PT NU Se-Nusantara: Food Estate di Bawah Kemenhan Gagal dan Rugikan Negara

SintesaNews.com – Food Estate adalah salah satu program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan. Konsep food estate secara garis besar merupakan merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk melakukan pengembangan pangan secara terintegrasi baik dalam lingkup pertanian, perkebunan, peternakan pada suatu kawasan tertentu.

Namun faktanya dampak dari dari food estate adalah kerusakan iklim akibat pembukaan lahan untuk food estate. Banjir, erosi, hingga gangguan kesehatan akibat karhutla sudah dirasakan oleh mereka. Selain itu, masyarakat adat setempat juga kehilangan sumber pekerjaan dan pangan yang selama ini telah menghidupi mereka.

Bilamana progam ini tetap dilanjutkan bukannya mendapat ketahanan pangan namun menyebabkan kerugiaan negara.

Program ini terlihat dijalankan serampangan ini dan resikonya banyak terjadi kerusakan lingkungan yang memperparah krisis iklim.

Melihat urgensi dari program food estate Presidium BEM PTNU se-Nusantara, Ahmad Baha’ur Rifqi menilai program food estate yang berada di bawah Mentri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto gagal.

“Kami menempatkan isu ini pada isu prioritas dan kami juga akan mengondisolidasikan masalah ini di acara Muspimnas BEM PTNU yang akan kami laksanakan pada bulan sepetember mendatang di solo,” ujar Baha.

Lebih lanjut Baha’ meminta kepada Kementerian Pertahanan untuk mevaluasi terhadap kinerjanya, mengecam keras bentuk upaya pemerintah yang menyebabkan kerugian negara, dan menuntut kepada Kementrian Pertahanan untuk lebih mengoptimalisasikan wilayah wilayah kecil yang mengandung 4 pilar dalam pengembangan lahan pertanian.

“Persoalan ini adalah persoalan yang sangat urgen, karena akan berakibat jangka panjang. Evaluasi dan memperhitungkan akibat-akibatnya adalah langkah yang paling tepat jika program ini gagal,” pungkas Baha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here