Bung Ganda: Relawan Jokowi Diehard Siap Mengawal Vaksin Nusantara

Beberapa hari ini telah viral rekaman dari cuplikan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dr. Letnan Jenderal (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (Dr. Terawan) dengan Komisi VII DPR RI. Menyimak cuplikan RDP tersebut rasanya orang awam tidak perlu paham aturan teknis dunia farmasi maupun dunia kedokteran rasa rasanya bisa memahami pergulatan intelektual yang sedang dihadapi oleh Dr. Terawan dan Tim Nusantara.

KOLOM

OPINI

Ganda Situmorang

 

Berikut beberapa cuplikan Dr. Terawan.

Pengembangan Vaksin Nusantara seharusnya tidak menjadi persoalan. Namun, Dr. Terawan mengakui jika hal tersebut menjadi polemik lantaran kaidah pengembangan yang tergolong baru.

“Saya bingung apa titik persoalannya. Buat kami, sebagai researcher merasa tidak ada persoalan. Kaidah juga, kaidah kami gunakan kaidah yang baru karena dendritik sel vaksin belum pernah ada yang kerjakan untuk Covid-19.”

“Jadi tentu harus gunakan kaidah-kaidah baru yang beda. Karena yang disuntikkan ke badan kita dendritik sel kita sendiri bukan dari orang lain.”

“Yang paling penting kami percaya bahwa semua punya good will, keinginan yang baik, dan saya percaya kalau kita bersama-sama, duduk bersama, kita bisa selesaikan pandemi ini dengan benar,” lata Dr. Terawan saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Rabu (16/6).

Pak Jokowi berulangkali menyampaikan bahwa diperlukan revolusi mental dan terobosan-terobosan dalam memecahkan berbagai persoalan bangsa ini.

IDI dan BPOM adalah dua Institusi yang paling keras menghalangi pengembangan Vaksin Nusantara. IDI sebuah organisasi payung profesi Dokter. BPOM adalah badan pemerintah dengan tupoksi mengawasi peredaran obat dan makanan. Kira-kira sampai di sini kita paham lah kepentingan masing-masing aktor dua institusi tersebut.

Menteri Kesehatan sepertinya berada di tengah bisa dimaklumi karena beliau larut dalam langkah-langkah taktis komando perang menumpas ganasnya serangan Covid-19.

KSAD TNI Jenderal Andika perintahnya jelas lanjutkan pengembangan Vaksin Nusantara di RSPAD. Pasti Dr. Terawan sebagai prajurit Sapta Marga tegak lurus Sang Merah Putih. Tentu saja terkait strategi pertahanan negara dan kelangsungan hidup bangsa supaya hendaknya segala daya upaya dan alat yang tersedia mesti diletakkan di atas meja.

Dewan Perwakilan Rakyat dalam hal ini yang membidangi dari Komisi VII bulat tekad mendukung Vaksin Nusantara.

WHO sebagai organisasi payung sedunia memonitor perkembangan Vaksin Nusantara. Laporan perkembangan Vaksin Nusantara secara teratur dilaporkan ke WHO.

Jurnal terindeks Scopus Dr. Terawan berada di skor ribuan. Ibarat follower Instagram, kutipan (citation) ilmuwan seluruh dunia yang mengutip Dr. Terawan levelnya sudah selebgram.

Artinya? Keilmuannya diakui, jauh di atas tetek-bengek prosedur yang selalu menjadi alasan IDI dan BPOM yang kita semua tahu siapa di belakannya. Para mafia obat dan vaksin impor yang merasa terancam dengan Vaksin Nusantara.

Memang dari kaidahnya Vaksin Nusantara bisa menjadi ronde terakhir era emas Vaksin bukan hanya Covid tapi seluruh Vaksin. Ancaman tsunami Vaksin Nusantara oleh para status quo tentu sangat menakutkan. Tapi sekuat apapun tsunami disrupsi Vaksin Nusantara adalah keniscayaan. Seperti halnya HP camera yang membunuh bisnis Kodak,. Dan mobil listrik yang sudah di ambang pintu membunuh mobil berpiston.

Barangkali motif penentang Vaksin Nusantara memang adalah pragmatism Kartel obat internasional, status quo untung rugi ekonomi. Maka sudah layak dan sepantasnya kepentingan nasional menjadi pilihan kita karena Dr. Terawan mengatakan Vaksin Nusantara bisa menjadi primadona devisa.

Jadi apa lagi yang kalian tunggu wahai IDI dan BPOM. Ayo dukung Dr. Terawan dan Vaksin Nusantara, segeralah bergabung di gerbong Merah Putih atau kalian akan ketinggalan kereta dan penyesalan selalu datang terlambat.

Balikpapan, 21 Juni 2021

 

Penulis adalah 🇮🇩 Relawan JOKOWI DIEHARD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here