Demo 411 oleh Kelompok PA’ 212 Tidak Laku, Ratusan Juta Masyarakat Indonesia Menertawakannya

Penulis: Nurul Azizah

PA’ 212 mengagendakan demo 4/11/2022 dengan tema ‘Jokowi Mundur’ ternyata bikin tawa warga +62. Bagaimana tidak ketawa, mereka demo mengatasnamakan rakyat Indonesia. Rakyat yang mana? Dasar otak dungu, kelompok yang suka bikin kacau negeri ini.

Diterima baik di Indonesia saja seharusnya bersyukur. Ini benar-benar kacau otaknya. Teriak-teriak di jalanan Jakarta, “Mundur-mundur Jokowi”. Memange lu tukang parkir apa?

Apa yang dilakukan oleh kelompok PA’ 212 itu selalu mengundang tawa semua orang yang melihatnya. Selalu saja mereka memamerkan ketololannya. Membuat narasi mengatasnamakan rakyat Indonesia, mengatasnamakan umat Islam di Indonesia, waduh jian dungu banget mereka. Hanya berbekal mobil komando, pengeras suara dan bondo nekad mereka mempertontonkan kebodohannya.

Kegiatan mereka jadi olok-olokan netizen 62. Banyak komen-komen yang menertawakan, juga menghujatnya bahkan ada yang tidak menginginkan mereka tinggal di negeri yang cinta damai ini.

Berikut penulis kutip beberapa komen netizen 62 dari facebook.

Akun Yonggu, “PA 212 sok suci, sok pintar, sok hebat, sok-sok’an akhirnya menjadi rongsokan.”

Akun Deni, “212 kelompok orang stres dan pengecut, memakai agama sebagai alat berpolitik tong kosong nyaring bunyinya.”

Akun Muslim Kusno, “TNI dan Polri harus turunkan, untuk membasmi manusia-manusia durjana yang ingin menghancurkan NKRI, kalau perlu ditangkap semua, dibuang ke pulau terpencil di Indonesia, biar mati kelaparan.”

Akun Abdul Munif, “Alam yang akan melibas mereka, karena setiap tujuan pribadi dan kelompok yang mengatasnamakan agama pasti hancur.”

Akun Sang Kelana, “perusak agama Islam yang sesungguhnya ya gerombolan ini.”

Akun Tulus, “Kaum orang-orang Kwarij virus NKRI.” Dan masih banyak lagi komen-komen dari para temen-temen religius nasionalis.

Demo akhir pekan di awal Nopember 2022 benar-benar jadi bahan tertawaan. Banyak netizen yang mengirimkan gambar lucu-lucu yang mengundang tawa di media sosial. Ada yang mengedit video orasi dari korlap demo 411 dengan suara orang jualan tahu bulat. Video ini benar-benar menghibur para netizen 62.

Demonya sepi hanya ada pasukan eks FPI, dan beberapa ormas radikal intoleransi, mereka meneriakkan ‘Mundur Jokowi’ terus menerus. Awalnya yang ikut demo lumayanlah, kemudian hujan lebat mengguyur Jakarta, para pendemo pun bubar, tapi ada beberapa yang masih bertahan walau diguyur hujan.

Aksi demo 411 bikin macet ibukota, tetapi tidak membawa hasil. Kayak anak-anak jalanan yang suka bikin onar di jalan raya. Cuma bedanya anak-anak jalanan pakaiannya kumal tak terurus, tapi kalau PA 212 berkedok agama, dengan baju gamis, muslim, tapi mereka menodai umat Islam sendiri. Baju identitas agama hanya dijadikan kedok, hoax dan tipu daya masyarakat awam. Tapi ingat masyarakat Indonesia tidak bodoh dan kolotan, netizen 62 semakin muak dengan penjahat dengan berkedok baju agama.

Kelompok PA’ 212 sering berulah, sering demo, koar-koar di tengah jalanan. Teriakan takbir hanya untuk menutupi niat jeleknya terhadap pemerintah. Membuat poster menolak Presiden Joko Widodo. Menolak dan menginginkan pak Jokowi mundur. Bikin malu saja, mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Akibat dari demo tersebut menunjukkan kalau mereka memang bodoh, dan bahkan bodohnya susah diperbaiki alias permanen. Bodoh yang selalu dipertontonkan.

Sering menggunakan identitas agama untuk merusak agama Islam sendiri. Karena perilakunya tidak mencerminkan kalau mereka beragama yang dicontohkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Ada kelompok eks FPI, eks HTI yang menyusup di rombongan para pendemo. Mereka kelompok pendek akal (PA’) dan sumbu pendek yg suka meletup-letup sendiri walau tidak ada yang menyulut. Kelompok ini walau kecil jumlahnya, tapi selalu membuat gaduh dan berisik.

Pemerintah harus tegas dengan para pendemo dari kelompok PA’ 212 cs. Jangan biarkan mereka selalu membuat keributan dan seenaknya sendiri ingin menurunkan pak Jokowi. Siapa mereka kok benci banget dengan pak Jokowi. Padahal kalau ada bantuan sosial, mereka sangat antusias dan antri di barisan paling depan. Mbok yo kalau pas menerima bansos mereka teriak, “Mundur-mundur Jokowi,” berani ndak. Jadi orang kok tidak tahu malu, ataukah urat kemaluannya sudah lepas.

Nurul Azizah, penulis buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi,” minat hub. 0851-0388-3445.

Buku
Buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi” karya Nurul Azizah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here