Fenomena Spirit Doll Merebak di Kalangan Seleb Tanah Air, Hati-hati Terjerembab Halusinasi

Penulis: Langit Quinn

SintesaNews.com – Secara harfiah, spirit doll atau boneka arwah, berarti boneka yang telah dirasuki arwah penasaran. Konon, arwah yang bersemayam di tubuh boneka tersebut adalah arwah bayi hasil korban aborsi.

Maka dari itu, boneka arwah memiliki sifat manja dan harus dirawat selayaknya anak bayi. Mulai dari diganti pakaiannya, diberi makan, hingga digendong..

Konon katanya spirit doll akan mendatangkan nasib baik bagi pemiliknya.

Fenomena boneka arwah ini bukanlah hal baru, di beberapa negara Asia, khususnya Thailand dan Malaysia tren boneka arwah muncul di tahun 2016 dengan Mae Ning sebagai pelopornya.

Theculturetrip.com menyebutkan Mae Ning yang juga berprofesi sebagai penyiar radio itu kerap menyebut-nyebut boneka miliknya dengan sebutan Child Angel atau Luk Thep dalam siarannya.

Menurut Mae Ning, selama ini ia kerap mendapatkan keberuntungan yang tak terduga semenjak mengadopsi dan merawat Luk Thep miliknya layaknya seorang bayi.

Tidak seperti Annabelle atau Jailangkung yang diisi oleh arwah penasaran, Luk Thep konon diisi dengan arwah peri atau elf. Hal inilah yang membuatnya membawa keberuntungan bagi pengasuhnya.

Semenjak informasi ini tersebar luas, banyak selebritas Thailand yang mengikuti jejak Mae Ning, yakni mengadopsi spirit doll dengan harapan dapat mendapatkan keberuntungan juga. Kemudian tren tersebut menyebar ke Malaysia tahun 2019 dan masuk ke Indonesia di 2021.

Di tanah air sendiri beberapa selebriti telah mengadopsi sporit doll, ada Ivan Gunawan, Sarwendah, Celine Evangelista, Nora Alexandra, Roy Kiyoshi, hingga Soimah.

Bahkan di marketplace, spirit doll ditawarkan dengan berbagai harga. Dari Rp 300.000,- hingga Rp 3.000.000,-

Sementara itu dilansir dari CNN, Psikolog dari Universitas Gadjah Mada Koentjoro mengatakan, ketika orang yang memelihara boneka arwah kemudian bersikap seolah boneka itu anaknya sendiri maka ini sudah tergolong masalah. Apalagi, jika sampai membentak atau memarahi orang yang menyebut boneka itu benda mati,

Koentjoro menyebut, perilaku itu bisa dikaitkan dengan gangguan psikologis displacement, sikap atau gangguan dalam diri yang ditunjukkan dengan emosi dan disalurkan ke orang lain atau benda lain yang tidak akan melawan balik.

“Saat seseorang butuh kasih sayang, tapi tidak pernah dapat balasan setimpal dia mengarahkan ke hal lain, misal boneka, karena tahu boneka akan menurut saja ke mereka, tidak melawan. Nah ini perilaku displacement,” katanya.

Meski demikian, Koentjoro mengatakan bisa jadi fenomena boneka arwah yang banyak ditampilkan para pesohor ini hanya semata gaya hidup. Mereka hanya butuh tempat untuk bermain-main atau menghibur diri dengan benda yang tak akan melakukan perlawanan.

“Jadi sama saja dengan anak kecil yang main boneka, tapi ya jadi berbahaya kalau mereka semakin terjerumus dalam halusinasinya,

Kamu tertarik untuk mengadopsinya?

Baca juga:

Lowongan Kerja Baby Sitter Gaji Rp 10 Juta per Bulan untuk “Anak Arwah”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here