Garuda Indonesia, Technical Bankruptcy hingga Jadi ‘Zombie’

Penulis: Lutfi Bakhtiyar SIP, MA.

Lutfi Bakhtiyar, SIP, MA.

Kali ini saya akan ngobrol soal Garuda Indonesia yang telah divonis technical bankcruptcy atau mau jumpalitan segimana pun tidak akan mampu membayar kewajibannya, apalagi sekarang garuda hanya mengoperasikan 35 pesawat dari 200 pesawat yang pernah diterbangkan.

Semakin ramai ketika Menteri BUMN Erick Thohir melakukan bersih-bersih dengan melaporkan hasil audit investigasi pembelian pesawat ATR 72600 pada masa kepemimpinan Emirsyah Satar.

Lha terus masalahnya apa?

Secara teknis ya, tidak ada, serahkan semuanya kepada pemerintah untuk melakukan restrukturisasi. Jadi jangan ada kegalauan yang rentan dipolitisasi jelang pemilu, “Garuda mau dibangkrutkan apa bagaimana?”

Yang krusial sebenarnya patut dicermati adalah soal human resouces atau integritas para pegawai garuda itu sendiri.

Garuda butuh seorang jenderal lapangan yang tahu seluk-beluk masalah penerbangan, bagaimana menghadapi customer sekaligus mampu meyakinkan kantor pusat tentang ide dan kebijakannya.

Strategy manajemen garuda memang berubah, dengan menarik semua kebijakannya ke pusat, semuanya dinilai dari bagian akuntabilitas keuangan, bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-sebesarnya di tengah purchasing power masyarakat yang melemah.

Kalau dari Jepang, penumpang akan dikenakan beban biaya PCR dan karantina. Hingga harus membayar minimal 150.000 Yen atau 19.500.000 rupiah sekali jalan.

Dan masalahnya yaitu tadi Sumber Daya Manusia-nya kurang kompeten hanya, “Yes boss,” sembari menghabiskan fasilitas yang didapatkan.

Perlahan tapi pasti Garuda akan ditinggalkan para pendukungnya, bisa karena langkanya jalur penerbangan juga kebijakan yang tidak pro customer.

Jangan sampai pemerintah ternyata tidak sedang mengobati atau merestrukturisasi Garuda yang sedang sakit, tetapi Garuda sendiri sudah menjadi zombie karena tidak adanya lagi kepemimpinan yang memiliki jiwa entepreneurship yang bisa diandalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here