Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan Surati Presiden Menolak Omnibus Law

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di depan massa buruh dan mahasiswa di Bandung, 8/10.

SintesaNews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siang tadi menemui massa buruh dan mahasiswa di Bandung yang melakukan aksi demonstrasi menolak disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Ridwan Kamil didampingi Pangdam dan Kapolda setelah mendengarkan orasi para pendemo dan mengakomodir aspirasi buruh dan mahasiswa mengatakan di depan massa akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi untuk menolak Omnibus Law. Dengan mempertimbangkan penolakan kaum buruh terhadap UU Cipta Kerja yang dianggap masih bermasalah pasal-pasalnya, terutama di masalah ketenagakerjaan yang dianggap masih merugikan kaum buruh.

Ridwan Kamil menemui aksi massa buruh dan mahasiswa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, sekitar pukul 14.10 WIB. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu lalu beraudiensi dengan perwakilan buruh di Gedung Sate.

Setelah terjadi kesepakatan antara perwakilan buruh dengan Gubernur Jawa Barat, yaitu gubernur akan bersurat ke presiden dalam rangka menyerap aspirasi buruh dan mahasiswa yang  menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Draft surat itu lalu dibacakan oleh perwakilan buruh di depan massa dan mendapat sambutan riuh dari para pendemo.

Surat Gubernur Jawa Barat untuk DPR RI menolak Omnibus Law, tembusan ke Presiden RI.

Dari akun IG @ridwankamil, Gubernur Jabar itu menuliskan, “Barusan saya berdialog dan menemui para pengunjuk rasa di depan Gedung Sate dan menyampaikan beberapa hal.”

Pertama, Pemprov Jabar sudah menerima perwakilan buruh yang menyampaikan keberatan atas pasal-pasal di kluster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh.

Kedua, Pemprov Jabar hari ini mengirimkan surat penyampaian aspirasi buruh, dengan lampiran aspirasi dari Buruh Jawa Barat yang isinya menolak UU Omnibus Law dan meminta Bapak Presiden menandatangani Perpu Pengganti UU tersebut.

Pihak Buruh Jabar menyatakan bahwa mereka selalu menyampaikan aspirasi dengan damai dan tidak anarkis. Dan tidak bertanggungjawab jika ada pihak-pihak lain yang menunggangi melalui cara-cara kekerasan.

“Saya menghimbau agar semua pihak menahan diri untuk tetap tertib dan jauhi sikap yang mengabaikan protokol covid selama unjuk rasa. Semoga Jabar selalu kondusif dan juara lahir bathin. Hatur Nuhun,” ucap Kang Emil.

View this post on Instagram

Barusan saya berdialog dan menemui para pengunjuk rasa di depan Gedung Sate dan menyampaikan beberapa hal: 1. Pemprov Jabar sudah menerima perwakilan buruh yang menyampaikan keberatan atas pasal-pasal di kluster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh. 2. Pemprov Jabar hari ini mengirimkan surat penyampaian aspirasi buruh, dengan lampiran aspirasi dari Buruh Jawa Barat yang isinya menolak UU Omnibus Law dan meminta Bapak Presiden menandatangani Perpu Pengganti UU tersebut. Pihak Buruh Jabar menyatakan bahwa mereka selalu menyampaikan aspirasi dengan damai dan tidak anarkis. Dan tidak bertanggungjawab jika ada pihak-pihak lain yang menunggangi melalui cara-cara kekerasan. Saya menghimbau agar semua pihak menahan diri untuk tetap tertib dan jauhi sikap yang mengabaikan protokol covid selama unjuk rasa. Semoga Jabar selalu kondusif dan juara lahir bathin. Hatur Nuhun.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here