Jangan Takut Kehilangan Rejeki karena Panggilan Umroh, Allah akan Menggantinya

Penulis: Nurul Azizah

Alhamdulillah pada akhir bulan Nopember 2022 penulis diberi kesempatan oleh Allah untuk menjalankan ibadah umroh di tanah suci Mekkah dan berziarah ke makam Kanjeng Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Sebelum berangkat ke Madinah dan Mekkah, penulis dan rombongan ikut manasik umroh di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang.

Sabtu, 12 Nopember 2022 adalah hari yang menyenangkan. Karena pada hari itu semua jamaah umroh dari biro Dewangga lil hajj wal umroh dikumpulkan di Ruang Aula Sekretaris Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) lt. 1 untuk mengikuti tatacara pelaksanaan umroh baik teori maupun prakteknya.

Manasik umroh pada hari itu disampaikan oleh beliau Habib Ja’far Shodiq Al Munawwar pengasuh Pondok Pesantren Tarim Al Ghonna Mijen Semarang.

Sabtu pagi menjelang jam 09.00 WIB penulis langsung masuk ruang Aula MAJT, begitu masuk langsung berjumpa dengan Habib Ja’far. Pengalaman yang luar biasa, bisa bertemu dengan seorang Habib lulusan Hadramaut, Kota Tarim, Yaman tepatnya di Pondok Pesantren Darul Musthofa yang didirikan oleh Habib Umar bin Hafidz. Habib Ja’far adalah Habib yang teduh pembawaannya juga kalem. Beliau bersedia berfoto dan berbincang-bincang dengan penulis.

Setelah urusan administrasi selesai, penulis dan para jamaah mengikuti acara demi acara yang disampaikan oleh Habib Ja’far dan kru dari Dewangga.

Di dalam aula MAJT, Habib Ja’far menyampaikan tatacara manasik secara teori. Penyampaiannya begitu teduh dan mengena bagi para jamaah yang hadir.

Beliau berpesan, “Jadikanlah umroh sebagai niat ibadah kepada Allah dan Rosulullah. Niatkan hijrah kita karena Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.”

Dalam menjalankan ibadah umroh pasti ada rintangan, semua itu harus dihadapi dengan sabar. Di sana nanti para jamaah kurang tidur, dan banyak sekali aktivitas ibadah. Jangan sampai para jamaah tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ketika berada di masjid Nabawi dan Masjidil Haram perbanyaklah sholat, dzikir, sholawat dan berdoa serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Sekali lagi Habib Ja’far berpesan, jangan banyak tidur di hotel, bermalas-malasan, gunakan kesempatan untuk beribadah di tempat-tempat suci yang berada di Madinah dan Mekkah.

Keluar dari hotel dalam keadaan berwudhu, selalu sholat baik sunah atau sholat fardhu. Semua tempat yang ada di Madinah dan Mekkah mustajab semua, karena di tempat-tempat tersebut banyak disinggahi Kanjeng Nabi, keluarga terdekat, sahabat-sahabat setia dan para auliya serta orang-orang sholeh.

Di dalam menjalankan ibadah saling membantu antara jamaah satu dengan yang lainnya. Kalau ada jamaah yang lebih tua ya dibantu. Jaga lisan dan emosi kita, jangan pernah bermusuhan karena hal-hal sepele, perbanyak sabar jangan sampai saudara kita tersakiti.

Pulang ibadah umroh membawa oleh-oleh berupa tambahnya ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Jangan takut kekurangan rejeki karena mahalnya biaya umroh, Insya Allah kalau para jamaah ikhlas mengeluarkan semua biaya, Allah akan menggantinya baik berupa bertambahnya rejeki atau bertambahnya kesehatan kita. Dilancarkan usaha dan hajatnya, dimudahkan segala urusan baik di dunia maupun di akherat kelak.

 

Setelah teori manasik selesai, jamaah diajak ke luar oleh kru Dewangga ke tempat miniatur ka’bah yang berada di halaman MAJT.

Habib Ja’far Shodiq Al Munawwar menjelaskan dengan praktek secara langsung tahapan-tahapan umroh. Adapun tahapannya yaitu, niat umroh, tawaf, sa’i, tahalul, dan tertib.

Walau di halaman MAJT panas, para jamaah dengan antusias mengikuti praktek yang diajarkan oleh Habib Ja’far dan para kru dari Dewangga.

Rasanya sudah pengen berangkat ke Madinah Mekkah, memperbanyak ibadah. Melaksanakan rukun umroh, minum air zam-zam yang mengandung banyak khasiat. Jalan-jalan mengelilingi kota Madinah dan Kota Mekkah. Berziarah ke Makam Kanjeng Nabi, beberapa makam para sahabat Kanjeng Nabi dan orang-orang sholeh.Belanja souvenir di Jeddah atau belanja kurma di kebun kurma. Ya Insya Allah dengan ridho Allah dan kecintaan kepada Kanjeng Nabi, penulis dan para jamaah akan segera berangkat menjalankan ibadah umroh di Baitullah dan berziarah ke makam Kanjeng Nabi Muhammad SAW di Madinah. Insya Allah berangkat hari Minggu, 20 Nopember 2022. Mohon doa dari semua pembaca, semoga perjalanan umroh kami dilancarkan oleh Allah SWT, diberi kelapangan hati, dan kemudahan hingga pulang ke tanah air. Menjadikan umroh yang mabruroh dan berkah, aamiin.

“Labbaik Allahumma ‘umratan, aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.”

Labbaik Allahumma labbaik… labbaik Allahumma labbaik.

Nurul Azizah penulis buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi” minat hub 0851-0388-3445

Buku
Buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi” karya Nurul Azizah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here