Jokowi Berantas Kadrun di 4 Kampus Negeri Top, Menag Kolab dengan BIN dan Densus 88

SintesaNews.com – Presiden Joko Widodo serius dalam memberantas terorisme dan masalah intoleransi di NKRI. Gebrakan terbarunya adalah dengan memerintahkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk membuat wadah yang mengatasi masalah-masalah tersebut di 4 kampus negeri, yaitu UGM, UI, ITB dan IPB.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Presiden Jokowi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah memberikan arahan untuk membuat Rumah Tampung di empat perguruan tinggi.

Menurut dia, rumah tersebut nantinya digunakan untuk mengatasi masalah intoleransi, terutama di sektor perguruan tinggi melalui pendidikan kebangsaan dan moderasi beragama.

“Insya Allah pada tahun ajaran baru nanti Rumah Tampung ini sudah bisa dimanfaatkan dalam upaya meminimalisir upaya indoktrinasi di kalangan mahasiswa,” kata Yaqut dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Senin (19/4/2021).

Empat perguruan tinggi yang akan menyiapkan Rumah Tampung tersebut yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, terkait upaya untuk mengurangi terorisme dan intoleransi di Indonesia, Yaqut mengatakan, hal yang perlu dilakukan adalah mengakui tindakan tersebut lahir dari cara memahami agama yang salah.

Dalam mengatasi masalah bangsa ini, kata dia, Kemenag tidak bisa berjalan sendiri. Kemenag, menurut Yaqut, dan harus mengatasi masalah ini bersama stakeholders lain seperti Badan Intelijen Negera (BIN), Polri, Densus 88, TNI.

Juga tentu saja ikut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

“Jika ada kesalahan dalam pemahaman agama maka perlu ada upaya bersama-sama untuk memperbaikinya. Ke depan Kemenag sudah dilibatkan dalam penanganan intoleransi ini,” ujar dia.

“Mudah-mudahan dengan itu penanganan terorisme dan intoleransi di Indonesia dapat dilakukan secara komprehensif. Kami di Kemenag akan melakukannya dengan soft power,” ucap dia.

Berita terkait:

Sekolah dan Kampus Jadi Sarang Lahirnya Ekstrimisme Islam, 30% Mahasiswa Intoleran

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here