Keterlibatan Ormas Pendukung Teroris ISIS pada Insiden Penyobekan Label Bantuan Gereja untuk Korban Gempa Cianjur

Penulis: Wawan Soehardi

Irjen Suntana kapolda Jawa Barat pada keterangan pers menyampaikan keterlibatan Ormas GARIS Cianjur dalam insiden penyobekan label gereja bantuan untuk korban bencana gempa Cianjur.

“Terindikasi bahwa  pelaku adalah beberapa temen dari ormas Garis dari wilayah Kabupaten Cianjur,” demikian kata Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana.

Tindakan tegas sesuai hukum harus diberikan terhadap ormas radikal barbar GARIS  yang sangat  mengganggu upaya setiap elemen anak  bangsa dalam bersimpati memberikan bantuan terhadap korban bencana gempa Cianjur.

Akibat dari penyobekan dan perusakan label tersebut sangat menyusahkan para pengungsi yang tendanya jadi bocor ketika hujan turun.

Perlu diketahui rekam jejak ormas Garis didirikan oleh Chep Hermawan yang pernah mengaku sebagai presiden organisasi teroris ISIS regional Indonesia dan pernah mengakui menjadi donatur bagi warga negara indonesia yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi teroris ISIS tidak bisa dihapus begitu saja.

Apalagi dalam kegentingan kebencanaan gempa Cianjur masyarakat korban sangat membutuhkan bantuan dari siapapun tidak memandang apapun agama, suku, ras dan afiliasi politik.

Gejala memanfaatkan bencana untuk kampanye meraih simpati publik oleh eks ormas radikal FPI pendukung teroris ISIS juga mulai terlihat jelas.

Sangat mengherankan dan sangat memprihatinkan khawarij ormas Garis dan FPI yang mempunyai rekam jejak sebagai pendukung teroris ISIS dan pengasong khilafah abal-abal masih diizinkan hidup dan mengganggu di negeri ini, bahkan dalam situasi mendesak kebencanaan.

Saya memprediksi keterlibatan mereka akan semakin dalam dengan tujuan memperoleh simpati pengikut organisasi teror di satu sisi, dan di sisi lain mereka akan melakukan pressure intimidasi kepada sukarelawan dan kelompok lain yang tidak sepaham dengan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here