Kisah Sekeluarga Besar Terpapar Covid-19

Ilustrasi: https://www.ondafuerteventura.es/nuevo-positivo-por-covid-19-en-fuerteventura/

Catatan Widya

Brosis, minggu ini adalah minggu yang sangat berat buat kami sekeluarga besar karena mama saya, kakak saya, adik saya, adik ipar saya dan keponakan saya positif covid-19.

Semua berawal dari inisiatif anak-anak mama untuk kasih mama surprise di ultahnya tanggal 5 September lalu. Jadi cici dan anak-anaknya serta cucunya yang tinggal di Grogol datang bawa kue dan makanan. Adikku yang di Serpong juga datang sama anaknya. Adikku dan keluarganya yang tinggal sama mama juga siapin surprise kecil.

Cuma saya, Sam suamiku dan anak-anak saya yang gak datang karena Sam habis stroke kedua dan saya jaga banget supaya Sam gak kumpul-kumpul walau udah 8 bulan gak ketemu muka sama mama.

Siapa sangka di antara keluarga ada yang OTG. Tanggal 9 dimulai dari istri adikku (di mana mama tinggal) tiba-tiba demam, panas badan, tenggorokan sakit, pusing. Terus ke suaminya, terus mama, akhirnya adikku panggil dokter ke rumah untuk SWAB, karena sepupu aku ketua gugus penanggulangan covid Taman Permata Buana. Ternyata adikku dan istrinya positif. Istrinya udah masuk fase lanjutan. Adikku lebih parah. Hasil tes darahnya juga ga bagus. Mama juga positif dan agak parah karena sudah tua dan sesak nafas. Anak adikku negatif tapi ada mild pnemonia sehingga dokter sarankan rawat. Dokter bilang kondisi tubuhnya bagus jadi ga kena saat ini.

Di Grogol, cici saya juga mulai pusing, batuk parah dan sesak nafas. Karyawan-karyawannya OTG dan dirumahkan.

Singkat cerita akhirnya semua harus rawat inap. Dan ga bisa di RS yang sama karena keterbatasan kamar. Semua isolasi. Kecuali adik cowokku dan mama. Karena bantuan pejabat di RSPP bisa rawat bareng mama sekamar. Karena mama ga bisa ga didampingi. Stress, sudah 83 tahun (usianya, red.). Dan itu bisa menurunkan imunitas. Kenapa kok mama ga bareng cici aja yang sekamar, ini karena masalah kedekatan emosional aja. Mama lebih deket sama adik cowokku. Karena mama tinggal di rumahnya. Adikku saat ini sedang membaktikan diri buat mama. Dan ga ada pilihan.

Ada dokter yang bilang adikku harus pake APD. Tapi nyari di mana itu juga problem.

Support doanya ya

Brosis, saat ini penularan covid sudah sampai clustering keluarga inti. Jangan anggap enteng yaaa….

Yang jelas walau saudara kandung, asalkan ga serumah, please please jangan ketemuan. Mau anak, mau cucu, mau orangtua, koko, cici. Please aware…! Mending kita pake video call atau zoom aja.

Pas mama ultah, protokol dijalankan. Tapi tetep tertular..

Saya berharap sharing saya ini bermanfaat.

Kalo sudah kena, masuk RS pun problem. Karena tenaga medis dan perawat kurang. Sehingga kita ga bisa berharap dapat perawatan bagus walau kelas VIP. Mama saya dan adik saya di kls VIP. Tapi apa-apa harus sendiri. Mama mau ke kamar mandi, panggil suster tunggu sejam. Dikirimin pampers, barangnya udh sampe security IGD Covid, nyampe kamar nunggu sejam.
Jadi terpaksa adikku yang notabene sakit juga jadi letih, karena bolak-balik anter mama ke toilet. Akibatnya saturasi oksigennya turun ke 88. Dan jadi lemes.

Please please aware…! Usahakan tidak keluar rumah. Kalau udah ada gejala kayak flu cepet minum doping Vit C, Zinc.

Yang terpenting di saat spt ini, kami cuma mengandalkan Tuhan. Berasa banget bahwa cuma Tuhan yang bisa bantu kami.

Brosis, ketakutan berlebihan memang tidak perlu, tapi jangan juga jadi ignorant sama peraturan pemerintah.

Semoga sharing ini membantu semua aware
Please support kami dalam doa ya.

God bless

Catatan Widya
19.o9.2o2o

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here