Limabelas Juta Perempuan Indonesia Siap Ikut Perang atas Nama Jihad

SintesaNews.com – Wahid Institute pernah melakukan riset 2 tahun lalu mengenai  “Tren Toleransi Sosial-Keagamaan di Kalangan Perempuan Muslimin Indonesia.” Hasilnya cukup mencengangkan. Sebanyak 12,4% perempuan mau berjihad, mengorbankan nyawa dengan ikut perang dan angkat senjata, serta balas dendam.

Ketika pertanyaan yang diajukan lebih spesifik, terungkap fakta-fakta sebagai berikut:

  1. Ada 27,6% perempuan responden pernah menyumbang dalam bentuk materi untuk tindakan radikalisme
  2. Ada 17,6% perempuan pernah meyakinkan orang lain ikut memperjuangkan syariat Islam
  3. Ada 8,4% perempuan pernah melakukan demonstrasi terhadap kelompok penoda agama
  4. Sejumlah 7,4% perempuan pernah ikut razia
  5. Sebanyak 5,6% perempuan membantu kelompok Islam yang memprotes penista Islam
  6. Dan ada 1,1% perempuan responden yang mengaku pernah terlibat penyerangan terhadap rumah ibadah pemeluk agama lain.

Jika memang peresentase perempuan yang siap jihad dengan kekerasan dipadankan dengan jumlah real perempuan di Indonesia maka 12% dari 130 juta jiwa (data BPS 2018, jumlah perempuan di Indonesia: 131,9 juta jiwa) adalah 15.600.000 jiwa! Bayangkan ada 15 jutaan perempuan yang bersedia jihad dengan kekerasan dan ikut perang!

Angka di atas jauh lebih besar dari jumlah penduduk DKI Jakarta yang hanya 10,5 juta jiwa. Gila!

Pemerintah sudah tidak boleh lagi abai terhadap menyeruaknya ajaran-ajaran radikalisme berbalut “baju agama”, jika tidak ingin NKRI yang kita cintai ini hancur lebur luluh lantak oleh perang antar saudara. Mereka yang ingin perang silakan ke medan perang di planet lain, asal jangan di bumi Indonesia. Dan tak perlu kembali jika sudah bergabung dalam organisasi teroris atas kesadaran sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here