MA Darut Taqwa Semarang, Madrasah Peduli Hidup Bersih dan Sehat

Atas: Pak Mukti dengan Bapak Sodikin. Bawah: Pak Mukti dengan Abah Mudrik.

Penulis: Nurul Azizah

Dalam rangka menerapkan karakter hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah, MA Darut Taqwa Semarang mengadakan kegiatan sarasehan pengembangan karakter Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama Puskesmas Rowosari Tembalang Semarang. Acara dibuka oleh Kepala Madrasah bapak Mohamad Sodikin, S.Ag, S.Pd, M.M.

Kegiatan diadakan hari Sabtu, 11 Juni 2022 mulai jam 08.00 – 11.30 WIB. Diikuti oleh semua kelas X, XI semua jurusan dan perwakilan siswa dari beberapa sekolah/Madrasah di sekitar Tembalang.

Nara sumber pada kegiatan tersebut adalah bapak Mukti Setiawan, S.Keb. Ners kepala Puskesmas Rowosari Tembalang Semarang.

Bapak Mukti Setiawan ternyata berteman dengan Ketua Yayasan KH. Mudrik Abdullah Semarang, yaitu Abah Dr. KH. Mudrik Abdullah, S.Ag, MM saat menjalankan ibadah haji tahun 2017.

Sebelum menjabat kepala Puskesmas Rowosari, sebelumnya bekerja menjadi perawat di RSUD Wongso Negoro Semarang.

Pak Mukti minta dahulu memaparkan sarasehan dengan tema Pola Hidup Bersih dan Sehat. “Perilaku hidup yang bersih, karena bersih kita jadi sehat,” katanya memulai acara.

PHBS merupakan kebiasaan atau prilaku positif yang harus dilakukan oleh setiap siswa, pendidik, dan penjaga sekolah serta warga sekolah yang lainnya.

Yang menjadi masalah kesehatan di Madrasah biasanya sampah yang berserakan di lingkungan madrasah, lantai kelas jarang dipel, air limbah mengalir tidak ke dalam got. Insya Allah MA Darut Taqwa sudah menjadi pelopor madrasah/sekolah di bawah binaan Puskesmas Rowosari.

Berkaitan dengan masalah tingkah laku siswa biasanya: kalau kelas kotor tidak segera dibersihkan, sisa makanan yang berserakan di kelas setelah jam istirahat, saling lempar tanggung jawab sesama regu piket, tapi ini tidak terjadi di MA Darut Taqwa.

“Saya masuk lingkungan sini, sudah disambut dengan banyak taman beraneka tanaman hias dan kolam, lingkungan juga bersih,” tutur pak Mukti.

Masalah gizi untuk siswa yang kebetulan juga santri di Pondok Pesantren biasanya: mie instan dijadikan makanan pokok, makanan yang dikonsumsi kurang bervariasi, siswa tidak sarapan pagi, mengambil porsi makanan yang tidak sesuai. Mulai sekarang, makan mie instannya dikurangi, kalau berangkat sekolah diawali dengan sarapan pagi, makanlah sesuai porsi makan yang sewajarnya.

Sebagai siswa yang mulai beranjak dewasa dari sekarang jaga kebersihan diri (kebersihan perorangan): mandi minimal 2x sehari pagi dan sore. Menyikat gigi minimal 3x sehari dan mencuci tangan memakai sabun.

Pak Mukti memberikan kunci kebersihan diri yaitu mandi memakai air bersih, pakai sabun dan keramas.

Sikat gigi minimal sehari 3x, 2 kali sesudah makan dan sekali sebelum tidur. Potong kuku secara teratur, jangan dibiarkan kuku memanjang dan kotor.

Makanlah makanan yang sehat, yaitu makan dengan sayur, lauk pauk secara bervariasi plus mengkonsumsi buah-buahan secara teratur, lebih sempurna lagi minum susu. Membiasakan menimbang Berat Badan (BB) dan mengukur Tinggi Badan (TB) minimal 6 bulan sekali. Selain itu juga selalu menjaga makan dan minum yang tidak mengandung zat pewarna, boraks, dan formalin.

Untuk menjaga kesehatan lingkungan dibiasakan tidak membuang sampah sembarangan. Buang BAB (buang air besar) dan BAK (buang air kecil) di jamban sehat.

Kunci kesehatan lingkungan berupa buang sampah di tempatnya, pilah-pilah sampah menjadi 3 yaitu sampah organik, non organik, dan sampah berbahaya. Peliharalah jamban supaya bersih, tidak licin dan tidak kotor.

Kreteria Madrasah bebas masalah antara lain, bebas dari jentik nyamuk, bebas dari asap rokok, bebas dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Jauhi NAPZA karena sekali mencoba sulit untuk disembuhkan.

Selain itu juga bebas dari bahaya HIV AIDS yang berhubungan dengan kekebalan tubuh, menyerang pada imunitas tubuh manusia. Cara penularannya bisa lewat ibu menyusui, yaitu penularan ibu yang terjangkit aids memberikan asi kepada bayinya. Hubungan seks bebas, transfusi darah yang tidak aman, memakai alat suntikan yang tidak aman (satu suntik dipakai banyak orang).

Cara menghindari penularan HIV AIDS diantaranya bentengi diri dengan karakter iman yang kuat.

Madrasah yang bersih dan sehat kriterianya juga bebas jentik nyamuk. Sebaiknya diadakan pembersihan sarang nyamuk seminggu sekali.

Pesan dari pak Mukti untuk menjadi madrasah yang berkarakter hidup bersih dan sehat antara lain: suasana belajar yang nyaman, bersih, indah, rapi, di manapun berada sekolah nyaman digunakan untuk tempat membaca, hidup bersih, kreatif dan inovatif, serta semua warga madrasah membentengi diri dengan iman dan taqwa.

Untuk acara berikutnya sarasehan pola hidup bersih dan sehat disampaikan oleh Abah Dr. KH. Mudrik Abdullah, S.Ag, M.M.

“Literatur tertinggi untuk perilaku hidup sehat adalah Al-quran sedangkan manusianya adalah Baginda Muhammad SAW, ” kata Abah Mudrik memulai acara tersebut.

Olah raga yaitu mengolah raga dengan banyak gerakan, tapi jangan terlalu banyak gerakan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik seseorang. Olah raga yang jarang dijalankan yaitu qalb (qolbu).

Qalb adalah salah satu aspek terdalam dalam jiwa manusia yang senantiasa menilai benar salahnya perasaan, niat, angan-angan, pemikiran, hasrat, sikap dan tindakan seseorang, terutama diri sendiri.

Olah hati dan olah kepala (otak) sering digunakan oleh cendikiawan yang religius. Setelah meneliti, otak kepala, hati dan ilahiyah semua diserahkan pada kehendak Allah SWT.

“Perilaku pada hakekatnya itu pengetahuan, tahu dan tidak tahu, iman dan tidak iman, syukur dan kufur. Hakekat perilaku terletak pada pengetahuan, sikap dan tindakan,” jelas Abah Mudrik.

Perilaku hidup bersih dan sehat, sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

Sulitnya ber-PHBS disebabkan tidak adanya kesadaran mempraktekkan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah dan di sekolah.

Tatanan institusi pendidikan (sekolah), mencakup 7 indikator:
1. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
2. Jajanan sehat di kantin
3. Menggunakan jamban bersih dan sehat
4. Olah raga yang teratur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok
7. Membuang sampah pada tempatnya.

Alhamdulillah MA Darut Taqwa Semarang yang beralamat di Jalan Ngumpulsari Raya Bulusan Tembalang Semarang sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tinggal melanjutkan kebiasaan baik ini sebagai karakter di dalam diri siswa, pengajar dan warga madrasah yang lainnya.

Sehat itu indah, sehat itu gratis

Itulah semboyan yang ada di MA Darut Taqwa untuk menerapkan karakter pola hidup bersih dan sehat pada diri siswa-siswinya, para pengajarnya dan warga madrasah yang lain. Acara ditutup doa yang dipimpin oleh Abah Mudrik.

Penulis dengan Pak Mukti. Penulis sebagai Waka Madrasah memberikan arahan kepada peserta sarasehan.

Nurul Azizah, S.Pd, M.Si
Wakil kepala MA Darut Taqwa Semarang
Penulis buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi”. Minat, hub. penulis 0851-0388-3445 atau SintesaNews.com 0858-1022-0132.

Buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi” karya penulis Nurul Azizah. Pemesanan hub. Penulis atau SintesaNews.com di nomor 085810220132

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here