Masuk Istana Negara Kini Harus Cek Suhu Tubuh

SintesaNews.com – Mulai Selasa, 3 Maret 2020, pihak Istana kini menerapkan pengukuran suhu tubuh bagi siapapun yang akan memasuki lingkungan Istana.

“Jadi sejak kemarin diputuskan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Danpaspampres, juga Sekretaris Militer bahwa mulai hari ini dilakukan pencegahan penyebaran virus korona di Istana yaitu dengan pengukuran suhu tubuh,” kata Bey Mahmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Pengukuran suhu tubuh tersebut diberlakukan baik kepada pejabat (termasuk menteri), pegawai, juga tamu-tamu Presiden yang akan masuk ke lingkungan Istana.

“Untuk pejabat dan semua yang akan ke Istana, termasuk pegawai, paspampres, juga teman-teman wartawan. Semua yang masuk ke kompleks Istana akan diperiksa,” ujar Bey.

Upaya pencegahan tersebut akan dijalankan setidaknya selama dua minggu ke depan sebagai bahan evaluasi. Selain itu, pihak Istana juga akan memantau perkembangan wabah korona secara nasional untuk mempertimbangkan apakah upaya pencegahan tersebut dapat terus dilakukan.

Pemerintah secara resmi menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto, sebagai juru bicara terkait penanganan wabah virus korona.

“Pemerintah telah menunjuk juru bicara resmi untuk penanganan virus korona, yaitu dr. Achmad Yurianto. Jadi seandainya ada hal-hal yang perlu ditanyakan silakan ke Pak dr. Achmad Yurianto,” ucap Bey.

Sebelum menjabat sebagai Setditjen P2P, dr. Achmad Yurianto pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here