Nasib Rizieq dan FPI di Tangan Luhut

Luhut Binsar Pandjaitan saat berpangkat Mayor sebagai Komandan pasukan khusus Satgultor 81 (Satuan Penggulungan Teroris) Kopassus.

Penulis: Erri Subhakti

Kenapa Luhut?

Pertama, cek aja di google dan pemberitaan media-media. Pernah gak Rizieq berkata keras ke Luhut?

Pernah sekali, saat menyebut kecurangan Pilpres 2019 lalu. Tapi itu dalam konteks pilpres dimana Rizieq mendukung Prabowo. Ada Prabowo di belakan Rizieq, untuk mengucapkan kecurangan Pilpres dan menuding LBP.

Selain itu, tidak ada. Apalagi kini Prabowo yang memback-up Rizieq, sudah bergabung dengan LBP ke kubu Jokowi.

Sudah tidak aneh bagaimana Rizieq menghina Jokowi, dengan sebutan Jokodok, dajjal, goblok, sesat, bahkan menjurus tuduhan PKI.

Tapi coba lihat, apa pernah Rizieq menuding LBP bersinggungan dengan PKI?

Tidak pernah.

Kenapa ya, kira-kira?

Takut. Jelas. Tapi ada hal lain lagi.

Tidak bisa dipungkiri oleh semua orang di negeri ini, saat ini, jenderal yang paling “megang” adalah LBP. Apapun masalahnya, LBP solusinya.

Termasuk soal kisruh-kisruh Rizieq dan FPInya.

Saat di periode pertama pemerintahan Jokowi, seorang jenderal berbisik ke si opung, “Tolong titip anak-anak itu.”

Sudah bukan rahasia, FPI dibentuk oleh siapa. Ada backing jenderal yang membangun ormas tersebut.

Apa tidak pernah ada niat dari opung untuk membubarkan FPI?

Sudah lama wacana itu. Pernah dia menanyakan ke “orang dalem” di FPI, “Bagaimana kalau FPI dibubarkan?”

Namun jawabannya adalah, “Percuma pak, dibubarin, nanti mereka bikin lagi dengan nama lain….”

FPI kini sudah tidak punya backing kuat lagi. Para jenderal yang membentuk dan membangun FPI sudah tidak ada dalam struktur pemerintahan.

Jadi FPI sudah tidak punya bargain politik yang kuat sekarang di negeri ini. Sangat mudah pemerintah memberangus FPI.

Urusan kecil buat opung. Dipites, selesai.

Tapi kok belum juga?

Sabar. Satu per satu langkahnya.

Setelah kemarin Rizieq mangkir dari panggilan polisi, telah dilayangkan panggilan kedua. Sabar dikit lagi Rizieq bakal digeret masuk ke Polda Metro.

FPI pun sudah tak mampu berulah. Setelah modifikasi adzan menjadi ajakan jihad yang ternyata malah mengundang antipati masyarakat luas, kalangan ulama, dan organisasi-organisasi Islam besar seperti NU dan Muhammadiyah. Ancaman-ancaman FPI kini bagai monyet howler kecil bijinya.

Kemarin FPI mau ancam ibunda dari Menkopolhukam Mahfud MD, malah sekarang mengkeret seperti curut ngumpet di got.

Nah kini FPI sudah merupakan organisasi yang tak berizin. Kemendagri tidak memperpanjang izinnya. Maka FPI kini hanya seperti gang yang cukup aparat kepolisian yang merajang mereka.

Ulah-ulah FPI belakangan makin “panas”, FPI makin bergejolak untuk melakukan tindakan rusuh. Saat itulah momentum pas untuk menggebuk FPI. Siapa yang akan membela kini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here