Penemu Toa Pastor Katolik, Anies Menggunakan Temuan ‘Kafir’

SintesaNews.com – Sudah pada tau pastinya, kalau gubernur DKI menggunakan toa sebagai peringatan dini banjir. Sungguh hanya buang-buang anggaran saja. Karena yang sudah ada tak dipelihara, malah memakai cara baru namun tak berfungsi.

Tapi tahukah kalian duhai kadrun! Bahwa penemu toa adalah seorang pastor katolik? Yaitu orang yang kalian sebut sebagai kafir! Jadi sebetulnya dengan menggunakan toa sebagai peringatan banjir kamu dan gubenurmu sudah menggunakan temuan kafir.

Selama ini kalian gemar mengkafir-kafirkan orang yang beda darimu, dan apa perasaanmu ketika tau toa yang kalian gunakan dan gubernur pujaanmu gunakan  itu ternyata temuan seorang kafir?

Dan selama hidupmu ternyata kamu sudah menjamah, dan menggunakan temuan dia. Jadi sekarang bagaimana? Nggak geli? Semacam memakan muntahan sendiri kan rasanya?

Terlebih lagi, kalian menggunakannya untuk koar-koar tentang kekafiran, lha yang kalian pakai untuk menyuarakan itu temuan dia. Bagaimana donk? Mosok harus dimuntahin. Dan sepanjang hidup saya jamin kalian akan tetap menggunakannya. Kok terasa geli-geli gimana gitu.

Lucunya lagi, selain penemunya adalah seorang yang kalian sebut kafir, pembuatnyapun sama, negara yang kalian sebut aseng dan komunis, si China, double kill buat kamu para kadrun!

Pukulan telak buat mulutmu yang suka berkoar-koar tanpa berpikir. Kasihan. Piara itu kambing, gemuk bisa dijual, piara kok kebodohan. Begini kan jadinya.

Namanya Pastor Athanasius Kircher, ia adalah sarjana Yesuit Jerman abad ke-17 yang mempublikasikan sekitar 40 tulisan, kebanyakan dalam bidang orientalisme, geologi dan kedokteran. Ia juga menciptakan megafon pertama!

Ia adalah imam Katolik dari ordo Yesuit (Society of Jesus/SJ) sekaligus ilmuwan cerdas dan tulus. Ia lahir di kota Geisa, Jerman pada tanggal 2 Mei 1602.

Memang benar pada tahun 1954, TOA memproduksi megafon listrik pertama di dunia. Akan tetapi, cikal-bakal megafon itu sudah digagas oleh Athanasius Kircher, seorang pastor. Ia meninggal dunia pada tanggal 27 November 1680 di kota Roma.

Toa ditemukan oleh sang Pastor untuk niat luhur, ia ingin agar hadirin di rumah ibadat mengikuti misa dengan khidmat, dan ia mengharapkan jemaat semakin tergerak untuk mencintai sesama manusia.

Lalu para kadrun menggunakannya untuk koar-koar tentang kafirin dan kafiran dalam setiap kesempatan, ironis yang menggelikan.

Dan para kadrunawan dan kadrunwati kini mendukung gabenernya menggunakan toa sebagai peringatan dini banjir, yang mana toa miliaran tersebut tak berfungsi. Contohnya saja di Kampung Melayu, toa peringatan dini banjir tak berfungsi. Demikian juga di Bidara Cina, sehingga warga menolak penggunaan toa banjir.

Jadi duhai kadrun, masih mau menggunakan toa yang penemunya ada bau-baunya kafir itu? Sepanjang hidup terntunya, sebab belum ada produk lain yang menggantikannya untuk berkoar-koar. Ganti ke media sosial,  media sosial penemunya kafir-kafir juga. Mumet kan loe!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here