Pembatasan Transportasi Publik Ide Tom Lembong

Anies Baswedan dan Tom Lembong saat melakukan kesepakatan kerjasama ekonomi digital di Provinsi DKI Jakarta dengan BKPM, tahun 2018.

SintesaNews.com – Hari ini (17/3) frekuensi kedatangan armada, MRT Jakarta, LRT, dan Bus TransJakarta menjadi seperti semula. Setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengoreksi kebijakannya soal pembatasan transportasi publik, dimana kemarin Anies membuat kebijakan yang membatasi alat angkut transportasi publik di Jakarta.

Baca: Hari Ini 16 Maret 2020, Anies Buat Bencana Lagi di Jakarta dengan Kebijakan Ngawurnya

Anies mengoreksi kebijakannya setelah mengikuti arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Instruksi Jokowi adalah meminta pemerintah daerah menghindarkan penumpang dari kepadatan atau keramaian. “Sesuai arahan presiden. Kami akan kembali menyelenggarakan kendaraan umum frekuensi tinggi,” kata Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari kanal Youtube Pemprov DKI, Senin (16/3/2020) malam.

Tapi tiba-tiba akun Instagram dari Tom Lembong, mantan Kepala BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) memposting konten yang justru menyarankan agar pemerintah menyetop (berhentikan) transportasi publik densitas (kepadatan) tinggi.

Begini Tom menuliskan pendapatnya di akun IG-nya.

“#LockDownIndonesia adalah keputusan benar dan pahit yang perlu diambil. Belum terlambat. Teemasuk stop transportasi publik densitas tinggi”.

 

Kata-kata Tom Lembong itu dituliskannya dengan memposting gambar headline dari surat kabar Bisnis Indonesia yang mengetengahkan topik untuk “Jangan Takut Lockdown”.

Ketika kebijakan Gubernur Anies sudah dibatalkan, dengan kenyataan dampak buruk yang terjadi kemarin di lapangan, Tom Lembong malah menyarankan pada pemerintah untuk tidak hanya membatasi tapi juga memberhentikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here