Pengasong Politik Identitas Blah-blah-blah 212 Perlu di-‘Tiananmen’kan?

Foto ini diambil pada 6 Juni 1989 memperlihatkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) didukung puluhan tank mengamankan jalan raya Chang'an yang menuju Lapangan Tiananmen, Beijing.(MANUEL CENETA / AFP)

Penulis: Ganda Situmorang

Tahun 2023 tinggal menghitung hari. Tidak seperti tahun sebelumnya, dunia menatap pergantian tahun ini dengan gagap dan nanar. Resesi ekonomi di ambang pintu. Ancaman hyper inflasi, Kurs rupiah ambruk menghantui di tahun 2023.

Gelombang PHK sepanjang 2022 akan semakin memburuk tahun 2023. Shopee, Goto sudah curi start PHK akhir tahun 2022. Mudahan tidak perlu dan tidak ada lagi tahun depan. Ada syaratnya tapi.

Tahun 2023 boleh dikata menjadi persimpangan ekonomi Indonesia, apakah akan terus melaju hingga tinggal landas atau malah kandas dan ikut terseret arus ke jurang resesi. Balik lagi ke era krismon 1998.

Stabilitas politik, dan kedaulatan negara dalam politik demokrasi adalah syarat utama pertumbuhan ekonomi berkesinambungan.

Tim ekonomi kabinet Jokowi sangat mumpuni. Ibarat pendekar, para suhu ada di situ. Kapasitas rekam jejak kinerjanya nyata dan diakui dunia. Fundamental ekonomi Indonesia saat ini tidak jelek-jelek amat dibanding tahun 1998.

Tantangannya adalah korupsi dan lalu di ranah politik demokrasi. Adanya gerombolan kecil yang selalu gaduh memancing instabilitas politik dan segregasi masyarakat.

Penulis sudah berulangkali mengupas perihal korupsi ini. RUU perampasan aset adalah kunci.

Demo berjilid nomor togel cantik hingga praktik pengasong politik identitas agama. Jualannya surga dan segregasi. Sangat merusak sendi-sendi kehidupan dan ideologi kebangsaan.

Agenda yang paling dekat, rombongan pengasong politik identitas agama adalah blah blah blah 212.

Jelas ini bukan peringatan hari besar keagamaan, bukan pula ibadah atau ritual keagamaan. Dalam kalender resmi tidak ada hari besar agama tanggal togel 212. Tapi 100% atribut nuansa yang dibawa adalah agama. Tetapi 100% kontennya adalah politik. Selalu menyasar langsung ke jantung politik kekuasaan eksekutif yaitu Presiden.

Kontennya sudah jauh dari bahasa oposisi kalau pun mereka mengaku oposisi. Teriak takbir, dan lalu teriak ganti presiden, tegakkan khilafah, lalu takbir plus caci maki dengan bahasa tutur kata nun jauh dari kesantunan nenek moyang kita. Tak sekalipun dalam orasinya mengucap syukur kepada Tuhan YME dan terima kasih kepada Pemerintah.

Semua, selain mereka, buruk. Hanya mereka yang baik dan masuk surga. Kan kita masih mau hidup di dunia. Orangnya itu-itu aja. Seuprit. Gemes.

NKRI didirikan untuk 1.000 tahun lamanya di bumi. Amerika Serikat baru berumur 250 tahun. Peradaban China sudah lebih 4.000 tahun! Salah satu tertua di dunia yang masih eksis. Sepupunya Mesopotamia (Iraq modern), dan peradaban kuno Mesir sudah lama punah.

Kertas, bubuk mesiu, roda adalah buah peradaban China. Tapi sepanjang ribuan tahun peradaban China, mereka tidak pernah menyerang wilayah lain. Mereka hanya tertarik dagang via jalur sutra, dan lalu seni-budaya.

Kembali ke gerombolan togel 212. Orangnya itu-itu aja. Seuprit…. Ibarat kata, kalau pas mereka jadi demo 212 nanti.. Kalau ada meteor jatuh, meledak dan mereka mati semua di lapangan itu, silahkan lah duluan kalian masuk ke surga. Kalau kalian sudah berada di surga, sumpah saya ga mau ikut masuk surga kalian. Terserah. Bodo amat. Emang gua pikirin.

Apa dampaknya bagi Indonesia? Beban ekonomi, sosial dan politik akan berkurang drastis. Karena mereka itu sesungguhnya liability. Bahkan mungkin lebih rendah dari itu. Mereka adalah residu demokrasi. Mereka adalah vektor pembawa virus kepentingan asing. Jadi memang seharusnya sejak lama langsung dikasih antibiotik. Disterilkan atau dimusnahkan. Seperti cara Arab Saudi. Ya karena mereka kerajaan. Titah raja adalah konstitusi. Langsung eksekusi. Tidak praktis di Indonesia.

Ketika mereka sudah steril dan musnah. Maka Indonesia akan lebih stabil, lebih kuat. Kepak sayap Garuda akan semakin bertenaga menuju lepas landas.

Alun-alun Tiananmen 1989

Mari berkaca pada pengalaman China. Peristiwa Tiananmen tahun 1989 adalah titik balik dan krusial kebangkitan ekonomi China. Para pengasong demokrasi liberal masa itu selalu bikin onar. Sibuk demo ngoceh sana-sini lupa tugas utama belajar dan bekerja membangun negara dan bangsa.

Maka negara China pada saat itu memilih resep yang kita semua tahu. Sejarah mencatat itu. Tindakan tegas dan terukur. Paska peristiwa Tiananmen, stabilitas politik dalam negeri China menjadi sangat kokoh. Pemerintah menjadi semakin kuat dan pemimpinnya sangat berwibawa dan dihormati oleh rakyatnya, bukan ditakuti.

Tak ada lagi gerombolan nyeleneh semua asyik studi dan riset teknologi baru, semua sibuk kerja, kerja, kerja. Phenomena pertumbuhan ekonomi China sebesar dua digit dimulai sejak 1990.

Hanya dalam 3 dekade! Baru beberapa tahun yang lalu, China mengentaskan kemiskinan 100%. GDP China saat ini masuk dua besar bersama Amerika Serikat.

China sekarang punya kapal induk, punya mesin google sendiri namanya Baidu, punya stasiun ruang angkasa sendiri, punya sistem GPS sendiri, punya HP, punya mobil listrik, kereta peluru, pesawat tempur, dan masih banyak lagi. 7 dari 10 pelabuhan terbesar dunia saat ini ada di China. Sekitar 20 metropolitan sebesar Jakarta ada di China. Teknologinya sudah 5.0 menuju 6.0. Tahu artinya? pertaniannya jangan tanya.

Indonesia tak perlu malu. Bahkan pepatah kuno pun mengatakan; “Belajarlah hingga ke negeri China”

Koruptor di China dimiskinkan. Yang kelas kakap ditembak mati. Biaya pelurunya disuruh ganti keluarganya.

Sesuatu yang terbukti baik perlu ditiru dan menjadi lebih bagus lagi. Presiden Jokowi, Menhan, Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, Kapolri, BNPT, Densus.

Ayolah adopsi Tiananmen 1989 versi Indonesia. Rakyat Indonesia mendukung untuk Indonesia Maju.

1 Desember 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here