Perempuan yang Ditakuti Kelompok Islam Radikal

Penulis: Nurul Azizah

Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Semua norma-norma yang diajarkan dalam Islam berasal dari wahyu Ilahi yaitu Al-Quran.

Dalam Al-Quran telah menempatkan perempuan secara khusus dalam surat An-Nisa surat ke 4 yang terdiri dari 176 ayat.

Perempuan ditempatkan pada posisi yang sangat terhormat dan mulia sesuai dengan kodrat dan tabiatnya, sesuai dengan kaum laki-laki dalam masalah kemanusiaan dan hak-haknya.

Dalam islam kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sama. Sama-sama makhluk Allah, sama-sama menyembah Allah dan pahala mereka sesuai dengan kadar ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

Allah berfirman: “Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan (berbuat) apa yang benar dan melarang apa yang salah dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan taat kepada Allah dan Rosul-Nya. Mereka akan mendapatkan rahmat Allah. Sungguh Allah SWT Mahaperkasa dan Maha bijaksana.” (QS. At-Taubah ayat 71).

Allah SWT juga berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 124: “Barang siapa mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki atau perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak akan dianiaya walau sedikitpun.”

Alhamdulillah saya perempuan Indonesia beragama Islam, sudah mendapatkan perlindungan baik secara hukum negara dan hukum Agama Islam. Saya mewakili perempuan Indonesia sudah mendapatkan hak-hak saya sama seperti hak-hak yang diterima laki-laki dalam semua bidang kehidupan.

Apalagi di Indonesia diterapkan adanya emansipasi. Perempuan punya hak dalam meniti karier, punya hak yang sama di mata hukum dan mendapatkan perlakuan yang adil.

Indonesia sudah merdeka selama 76 tahun, peran warga negara baik laki-laki dan perempuan sama, tidak ada perbedaan gender. Perempuan sudah banyak yang mengisi kemerdekaan bangsa ini, itu artinya perempuan Indonesia dapat memajukan Indonesia bersama-sama kaum laki-laki.

Di zaman serba modern ada yang memperlakukan perempuan sebagai budak dan pemuas seks laki-laki. Ini terjadi di negara-negara yang dikuasai kelompok radikal intoleran. Mereka menggunakan agama Islam hanya sebagai kedok saja.

Aturan di negara penganut khilafah radikal intoleran diantaranya:
Perempuan harus bodoh, tidak boleh sekolah, tidak boleh cerdas, tidak boleh belajar membaca dan menulis.

Perempuan harus tertutup tidak sedikitpun tubuhnya kelihatan. Mereka memakai cadar (nikob), tubuhnya terbungkus dengan pakaian yang serba besar dan kedodoran.

Perempuan tidak boleh bekerja, tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bepergian.

Perempuan harus bodoh, mereka diciptakan hanya untuk pemuas nafsu laki-laki, pemuas seks para hidung belang. Mereka tak ubahnya sebagai mesin untuk melahirkan anak, tanpa diperhatikan betapa berat pengorbanan mengandung, mendidik dan membesarkan anak.

Perempuan tidak dihargai sama sekali, tidak boleh mengeluarkan pendapat dan yang paling mengerikan perempuan dianggap rendah dan ditindas dengan kejam bahkan sampai dibunuh karena berusaha melawan kesewenang-wenangan laki-laki.

Laki-laki yang memperlakukan perempuan seperti binatang tak ubahnya laki-laki bajingan yang selalu memakai atribut agama untuk menutupi kebusukan perilaku dan perbuatannya terhadap perempuan.

Untuk itu perempuan harus cerdas dan banyak membaca. Jangan mau ikut dan bahkan menjadi pendukung kelompok wahabi, salafi, takfiri, ISIS, HTI, FPI, PKS, JI, JAD, NII dan lain-lain cheersleaders-nya.

Alhamdulillah saya perempuan Indonesia berterima kasih kepada bangsa negara dan agama yang saya anut untuk terus melindungi hak-hak perempuan.

Walau di Indonesia ada sebagian kecil ada masalah dengan kelompok radikal intoleran, tapi Indonesia masih terjaga. Indonesia tidak mengalami kemunduran.

Negara Suriah, Negara Afganistan, kaum perempun hidup seperti pada zaman jahiliyah. Jauh dari emansipasi perempuan.

Di Indonesia perempuan diberi kebebasan dalam menempuh pendidikan sama seperti laki-laki. Bebas bekerja, bebas bersuara, bebas berpolitik dan memiliki hak yang sama seperti laki-laki.

Ayo perempuan Indonesia luangkan waktumu untuk terus membaca dan berkarya, jadilah manusia cerdas. Agar engkau ditakuti oleh kelompok radikal intoleran yang saat ini juga berkembang di Indonesia.

Jaga diri dari pengaruh dan tipu daya kelompok wahabi, salafi, takfiri, HTI, ISIS, FPI, PKS cs. Mereka adalah kelompok radikal intoleran yang ingin mengganti dasar negara Pancasila menjadi dasar negara khilafah.

Kita para perempuan Indonesia tidak boleh diam. Mari angkat pena kalian, suarakan buah pikiran perempuan di social media. Lawan kelompok radikal intoleran. Lawan para pengasong khilafah, jadilah garda terdepan untuk mengusir kelompok cingkrang cadar yang berkedok agama di Indonesia.

Indonesia damai tanpa ada khilafah pengacau negara dan perampas hak-hak asasi kaum perempuan Indonesia. Saatnya bangkit perempuan Indonesia, mereka kelompok khilafah radikal intoleran harus hengkang dari bumi pertiwi ini. Jangan nodai perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan nasib kaumnya agar bisa setara dengan laki-laki.

Baca juga:

Kartini, antara Inspirasi dan Beban Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here