Perlukah Pakdhe Menjenguk Ca Noon?

Penulis: Niken Sri Rahayu

Ada kabar kurang menyenangkan dari budayawan Jawa yang cukup populer di negeri ini yaitu ca noon Yogyakarta.

Saat ini dia di kabarkan mengalami pendarahan otak di RS Sardjito Yogyakarta. Budayawan kontroversial yang diakui kecerdasannya

Kontroversi tentang dirinya ada pada sikapnya yang tidak respek kepada pemerintah khususnya kepada presiden yang saat ini menjabat.

Padahal sebagai orang yang berilmu seharusnya dia bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat yang mengarah kepada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dan sebagai tokoh yang sudah sepuh seharusnya pula bisa memberikan contoh sikap yang bijaksana.

Kritik tentu boleh. Keberatan terhadap kebijakan pemerintah sah-sah saja tetapi tentu harus disampaikan dengan cara yang baik dan tidak provokatif.

Analogi atau bahkan terang-terangan menyamakan pakdhe dengan fir’aun jelas tidak berdasar. Antara pakdhe dengan firaun adalah dua tokoh yang sangat kontras dalam banyak hal.

Perbedaan yang mencolok adalah bahwa firaun sangat percaya diri mengaku Tuhan. Sedangkan pakdhe adalah manusia yang sangat menghamba kepada Tuhan.

Pakdhe menjadi pemimpin di negeri ini karena dipilih oleh mayoritas rakyat. Beliau sangat terbuka dengan kritik bahkan diam tanpa balas terhadap caci maki.

Lihat saja bagaimana pakdhe tidak bereaksi sama sekali terhadap makian ca noon yang menyamakan dirinya dengan firaun.

Padahal jika pakdhe mau dia bisa menghajar ca noon dengan kekuasaan yang dia miliki saat ini.

Sedangkan firaun adalah seorang raja yang anti kritik, kejam dan sangat mudah menghukum mati rakyat yang mengkritiknya.

Dan beruntungnya ca noon, di tengah kondisinya yang kurang baik saat ini doa dari pendukung Jokowi untuk kesembuhannya mengalir tanpa dikomando.

Bahkan ada yang berharap presiden Jokowi berkenan menjenguk dan memaafkan ca noon. Tidak ada yang mendoakan buruk kepada ca noon.

Memaafkan sesama manusia memang baik tetapi bagaimana jika yang bersangkutan tidak meminta maaf bahkan tidak merasa bersalah atas sikapnya? Bagaimana jika kehadiran dan maaf dari pakdhe justru membuatnya tidak nyaman?

Dalam hal ini sebaiknya pakdhe menyikapinya dengan kalem saja. Tidak perlu menjenguk karena memang ybs. saat ini tidak menginginkan itu tapi cukup mendoakan dari jauh untuk kebaikan ca noon.

Kebaikan seperti apa yang pantas dan tepat untuknya hanya Tuhan yang tahu.

SALAM RAHAYU🇮🇩🇮🇩❤️❤️

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here