PNIB: Gelorakan Merah Putih Pancasila untuk Lawan Politik Identitas, Khilafah, Bachtiar Nasir, UAS dan Da’i Provokator

SintesaNews.com – TOPIK TERKINI

Semak dibabat, ular beludak keluar. Seperti itu terlihat ketika belum lama ini pihak kepolisian menciduk dan membongkar ormas pengasong khilafah radikalisme terorisme Khilafatul Muslimin, eh…, pengasong khilafah lain, da’i provokator Bachtiar Nasir malah mengeluarkan statement gemblung bahwa khilafah akan berdiri tahun 2024.

Pernyataan da’i provokator Bachtiar Nasir tersebut dikatakannya dalam pertemuan Jalinan Alumni Timur Tengah (JATTI), belum lama ini yang juga dihadiri Jusuf Kalla dan Anies Baswedan.

Bactiar Nasir merupakan Ketua JATTI. Dengan statement yang sangat jelas tersebut maka poros pengasong ideologi haram terlarang khilafah, pengkhianat bangsa sudah jelas di kubu mana dan siapa saja.

Karena itu PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) yang diketuai AR. Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menggelorakan semangat Merah Putih Pancasila untuk melawan Politik Identitas, khilafah, Bachtiar Nasir, UAS dan da’i provokator sejenis lainnnya.

“Gelorakan Merah Putih Pancasila untuk Lawan Politik Identitas, Khilafah, Bachtiar Nasir, UAS dan Da’i Provokator,” terang Gus Wal kepada SintesaNews.com

Ketum PNIB, Gus Wal.

Selain sebagai Ketum PNIB, Gus Wal juga merupakan pelapor Maaher ath Thuwalaibi (alm.) dan Khilafatul Muslimin.

Gus Wal mengajak masyarakat agar tidak mudah termakan oleh ceramah provokatif yang hanya memecah belah umat Islam namun dengan bungkusan agama.

“Kami Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengajak warga masyarakat untuk menolak dai provokator seperti Bachtiar Nasir, UAS, Novel Bamukmin, Sugik Nur dan lain sebagainya yang jelas-jelas isi ceramahnya provokatif memecah-belah masyarakat, bahkan juga memecah-belah umat Islam,” ucap Gus Wal.

 

Gus Wal menyoroti adanya pembiaran atas corong-corong propaganda yang mengoyak persatuan anak bangsa dan mencederai persatuan nan kebhinekaan Indonesia.

“Membiarkan corong-corong propaganda eks FPI, HTI, JAT, JAD, NII tetap eksis menyebarkan ajaranya, menyebarkan hoax, ujaran kebencian adalah sama saja dengan membiarkan rusaknya generasi anak bangsa, rusaknya Persatuan dan Kebhinekaan, serta membiarkan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara,” terang Gus Wal.

“Mereka adalah musuh bangsa saat ini. Jangan biarkan mereka melalui corong-corongnya kembali bangkit merusak generasi muda, menghancurkan bangsa dan negara Indonesia,” jelas Gus Wal.

“Kami PNIB dan rakyat Indonesia menolak da’i-da’i provokator yang anti Pancasila, dan merusak kerukunan anak bangsa di negeri ini, seperti Bachtiar Nasir dan da’i provokator lainnya. Yang sudah terbukti dari jejak rekamnya isi ceramah mereka hanya menebarkan kebencian dan perpecahan di masyarakat bahkan di kalangan umat Islam sendiri,” tuturnya.

Gus Wal juga mengingatkan akan bahayanya politik identitas yang dimainkan oleh para politkus pemburu kekuasaan, seperti Anies Baswedan.

“Jangan pilih calon presiden ataupun calon gubernur yang menggunakan Politik Identitas ataupun politisasi agama untuk memenangkan sebuah konstelasi politik. Hal itu sangat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, sangat menodai kesakralan agama, mencederai kebhinekaan Indonesia, merusak kerukunan antar umat beragama dan mengancam keutuhan bangsa,”

“Jadi saya sarankan jangan memilih Anies Naswedan dalam pemilihan gubernur ataupun pemilihan presiden,” tegas Gus Wal.

Gus Wal juga meminta kepada aparat penegak hukum –TNI, Densus 88 Polri– agar bertindak tegas dan menangkap Bachtiar Nasir yang sudah terang-terangan makar dengan pernyataannya bahwa akan mendirikan khilafah.

Juga agar pemerintah tidak ragu untuk membubarkan, menutup atau mengambil alih yayasan/lembaga/ormas bahkan parpol yang jelas berideologi transnasional pendukung khilafah seperti PKS.

“Bubarkan PKS, partai yang mendaku sebagai ikhwanul muslimin —organisasi terlarang di banyak negara Islam– cabang indonesia, dan partai yang selalu diam ketika ada kegiatan maupun aksi Khilafah Radikalisme Terorisme. Diamnya PKS ini seakan-akan akan mendukung kegiatan tersebut,” jelas Gus Wal.

“Kami tidak ingin negeri ini selalu diributkan dan dibuat gaduh oleh para da’i provokator seperti bertahun-tahun yang lampau. Kita tidak menginginkan persatuan dan kerukunan antar umat beragama dikoyak-koyak nan dicabik-cabik oleh Bachtiar Nasir dan sejenisnya. Kami tak ingin Pancasila sebagai dasar negara pedoman hidup bermasyarakat dalam bingkai NKRI dihina oleh para da’i provokator,” jelas Gus Wal.

“Bersama jaga kampung desa dari Da”i Provokator, bahaya laten FPI HTI NII PA212 radikalisme khilafah terorisme,” pesan Gus Wal.

“Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara,” pungkasnya.

Baca juga:

PNIB Kirab Merah Putih Menolak Khilafah sampai Kiamat, Merah Putih Membentang di Tugu Yogya

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here