PNIB: Jangan Demo atas Nama Bela Agama, Jika Hanya Ingin Kudeta Ambisi Politik dan Bikin Rusuh Gaduh

SintesaNews.com – Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menanggapi keras rencana kelompok PA212 yang akan melakukan demo-berjilid-jilid, baik di ibukota maupun di daerah.

Diketahui akan ada rencana demo PA212 yang akan dilakukan di Purwakarta, Jumat 11 Maret 2022 di Alun-alun Purwakarta.

Gus Wal mengecam keras, “Jangan demo atas nama bela agama, jika hanya ingin kudeta karena ambisi politik dan membikin rusuh dan gaduh.”

“Kami mempertanyakan pemerintah dan aparat penegak hukum, buat apa FPI, HTI, JI, JAT, JAD dibubarkan dan dilarang berkegiatan juga menggunakan simbolnya namun dibiarkan mereka-mereka ini menyatu dan berkumpul dalam wadah PA 212,” ujar Gus Wal.

“PA 212 sejak awal isinya adalah orang-orang FPI HTI dll. yang sudah menjadi ormas terlarang di negeri ini, seperti PKI. Tak ada bedanya sama sekali selain mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup rakyat Indonesia dengan kegiatannya, gerakannya dan programnya,” tambah Gus Wal.

“Akankah pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan negara dan hukum kembali dikangkangi oleh mereka yang nyata nyata sudah jelas dilarang berkegiatan dan menggunakan simbolnya? Akankah negara dan hukum harus kalah dengan arogansi mereka saat ini seperti yang selalu mereka lakukan sejak satu dasawarsa kemarin terlebih 6 atau 7 tahun terakhir?” Gus Wal geram.

Menurut Gus Wal, apapun isunya, “Para mafia aktor demo baik di tingkat pusat maupun daerah selalu mencoba bermain keruh dengan menggelar demo berjilid-jilid berkolaborasi dengan para barisan oposisi sakit hati yang sangat akut. Dan pula berkolaborasi dengan kelompok-kelompok sel-sel organisasi yang berhaluan trans-nasional yang mengusung misi mengganti Pancasila dengan faham ideologi haram terlarang khilafah radikalisme komunisme terorisme.”

“Dalam hal di atas pemerintah dan aparat penegak hukum ‘terlalu sangat baik’ kepada mereka yang jelas-jelas merugikan negara, Bangsa dan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

“Segala sesuatu yang mereka lakukan jelas merugikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.”

“Mereka dibiarkan mengoyak persatuan kebhinekaan bangsa dengan narasi-narasi sumbang maupun opini provokatifnya. Mereka dibiarkan melakukan ujaran kevencian, bahkan mereka menghina merendahkan para ulama’ dan presiden pun juga tetap dibiarkan tanpa tindakan tegas sedikitpun,” geram Gus Wal.

Mau dibawa ke mana bangsa kita ke depan? Mau dijadikan apa bangsa dan generasi mendatang jika negara kalah oleh mereka?

Gus Wal mengakhiri wawancara dengan beberapa pesan pentingnya.

“Jaga Kampung Desa dari Corona dan Bahaya Laten Faham Khilafah Radikalisme Komunisme Terorisme.”

“Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here