PNIB Tolak dan Lawan Gerakan Ngaji Kitab Suci di Trotoar Propaganda HTI FPI Khilafah 212 untuk Agenda Makar = Haram

SintesaNews.com –¬†Gus Wal (AR Waluyo Wasis Nugroho) Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Kebangsaan Lintas Agama, Suku dan Budaya, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu mengecam dan menolak keras gerakan Ngaji Alqur’an di trotoar/jalanan di mana pun dan kapan pun

“Karena kegiatan tersebut bukanlah murni kegiatan dakwah syiar agama islam, namun sebuah propaganda halus massive dan terselubung dari FP HTI khilafah PA 212 yang ingin makar, mengganti ideologi bangsa Indonesia dengan sistem khilafah,” terang Gus Wal.

Gerakan mengaji alqur’an (kitab suci umat islam) yang dilakukan di trotoar/jalanan adalah sebuah gerakan terselubung dan propaganda dari eks FPI HTI khilafah (ormas yang sudah dilarang keberadaanya dan ideologinya).

Gerakan ngaji alqur’an di trotoar/jalanan tersebut sudah beberapa kali dilakukan oleh FPI HTI khilafah PA 212 di berbagai kota/kabupaten di Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Solo, Cilegon, Serang dll.

Dan sedianya besok akan kembali dilakukan di Kota Malang Jawa Timur.

“Kami PNIB dan Rakyat Indonesia yang mencintai kedamaian ketentraman dan persatuan menyatakan mengecam dan menolak keras kegiatan Ngaji Alqur’an di trotoar/jalanan tersebut.
Dan Kami PNIB dan Rakyat Indonesia meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum POLRI dan TNI untuk menolak dan membubarkan kegiatan Ngaji Alqur’an di trotoar/jalanan tersebut, karena gerakan tersebut bukan murni untuk syiar/dakwah keagamaan agama islam melainkan sebuah agenda terselubung/propaganda yang dilakukan oleh FPI HTI khilafah PA 212 untuk kembali eksis menyebarkan ideologi transnasional radikalisme khilafah terorisme,” jelas Gus Wal.

“Mengaji Alqur’an semestinya dilakukan di masjid, mushola, surau, langgar, di rumah, ataupun di tempat yang layak sesuai syariat agama islam yang dalam tuntunanya ketika mengaji alqur’an harus memuliakan alqur’an tersebut, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh FPI HTI khilafah yang mengaji alqur’an di trotoar/jalanan dimana tempat tersebut sangat tidak tepat karena merupakan sebuah fasilitas umum.”

Apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah bisa jadi malah menghina/merendahkan/menistakan alqur’an itu sendiri,” tutur Gus Wal.

“Kita sebagai anak bangsa dan Umat Islam Indonesia patut waspada dengan gerakan Ngaji Alqur’an ditrotoar/jalanan karena diduga kuat merupakan sebuah agenda makar yang sangat halus dan massive untuk memecah belah dan menghancurkan bangsa Indonesia.”

Maka bisa disimpulkan jika kegiatan Ngaji Alqur’an di trotoar/jalanan apalagi adanya agenda halus massive terselubung untuk makar, maka hukumnya adalah makruh dan haram.
Umat Islam dan Rakyat Indonesia harus menolak dan melawan kegiatan Ngaji ditrotoar/jalanan tersebut.

“Bubarkan PA 212 Dan Tolak FPI HTI bangkit kembali beserta semua kegiatan, gerakan dan programnya yang mengancam keselamatan, kedamaian, kerukunan, ketentraman, keamanan Rakyat Indonesia dan Mengancam Keutuhan Bangsa Indonesia yang bhinneka tunggal ika,” ujar Gus Wal.

Gus Wal menutup dengan berepesan, “Jaga Kampung Desa dari Intoleransi SARA PA212 bahaya laten FPI HTI Radikalisme Khilafah Terorisme.”

“Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here