PNIB: Tolak UAS, Bahar bin Smith, Sugik Nur, dll. Jika Kembali Buat Propaganda Merusak Persatuan Indonesia, Pecat Anwar Abbas dari MUI

SintesaNews.com – Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR Waluyo Wasis Nugroho, atau akrab disapa Gus Wal pernah melontarkan peringatan kepada UAS yang berniat tinggal di Jombang, karena menikah dengan perempuan asal Jombang.

“Abdul Somad (UAS) jika mau tinggal di Jombang sah-sah saja mau ikut istri dan mertuanya, namun jangan sekali kali menyebarkan ideologi ‘haram’ terlarang HTI khilafahnya, jika itu terjadi kami Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama-sama warga masyarakat Jombang dan Jawa Timur siap melawan dan perang total terhadap mereka,” ujar Gus Wal kala itu.

Baca: Gus Wal: Tolak UAS di Jombang Jantung Bangsa

Kini Gus Wal kembali lagi menegaskan, “Tak hanya di Jombang, seharusnya di seluruh penjuru negeri pun harus demikian, demi terciptanya keamanan kedamaian nan ketentraman umat.”

Gus Wal juga menyampaikan, “Dan tak hanya berlaku bagi UAS, semua da’i termasuk Bahar bin Smith, Sugik Nur Raharja dan siapa pun yang berdakwah di atas mimbar, berkhotbah mau pun berorasi di mana pun dengan membawa-bawa agama wajib menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam yang dibawa oleh baginda Rosululloh Nabi Muhammad SAW, yang selalu mengajak kepada ketaqwaaan dengan selalu mengajak kepada salam perdamaian dengan penuh kelembutan dan cinta kasih.”

“Jadi kalau kembali ada UAS, Bahar bin Smith, Sugik Nur Raharja dan lain sebagainya kemudian hari menyampaikan ujaran-ujaran provokasi, propoganda dalam bentuk apapun yang menyerukan kepada permusuhan, ujaran kebencian kepada suatu golongan, terlebih kepada negara, maka masyarakat jangan pernah ragu-ragu untuk menolak kehadiran mereka, menolak acara/kegiatan mereka dan meminta atau pun memaksa kepada aparat penegak hukum untuk melarang dan membubarkan acara mereka,” tegas Gus Wal.

 

Sampai detik ini Umat Islam Indonesia dan Rakyat Indonesia masih menunggu hasil Program Sertifikasi Da’i oleh Kementrian Agama beserta Kakanwil Kemenag Provinsi hingga daerah.

“Sertifikasi Da’i ini sangat penting, agar di masa mendatang tak ada lagi provokator, teroris atau pun propoganda HTI radikalisme terorisme menyamar menjadi ustadz/ulama’ dan meracuni Rakyat Indonesia dengan faham/ideologi sesat radikalisme khilafah komunisme terorisme,” jelas Gus Wal.

“Semua demi kemashlahatan Bangsa Indonesia di masa depan, demi anak cucu kita ke depan lebih bai,” tambahnya.

“Bersama kita galakkan persatuan dan kesatuan anak bangsa. Gelorakan Semangat Cinta Kasih dan perdamaian anak bangsa Indonesia,” pesannya.

“Indonesia Tanpa Koma. Jaga Kampung Desa dari bahaya laten intoleransi radikalisme khilafah terorisme,” imbuh Gus Wal.

Gus Wal menekankan pentingnya menjaga keselamatan generasi bangsa Indonesia di masa depan, salah satunya dengan menjaga daerah kita dari propaganda para da’i-da’i provokator yang selalu membuat resah umat islam Indonesia dan Rakyat Indonesia dengan segala bentuk provokasi dan propagandanya.

Dalam kesempatan yang sama Gus Wal juga berkomentar, “MUI alangkah baiknya jika ikut dalam Program Sertifikasi Da’i tersebut, agar stigma masyarakat saat ini kepada MUI sebagai sarang teroris, sarang penyeru makar nan pemberontak pasca ditangkapnya para pengurus MUI yang terkait terorisme.”

“Juga alangkah baiknya jika setiap pengurus MUI di semua tingkatan wajib memiliki Sertifikasi Da’i, agar MUI tidak hanya dicap sebagai lembaga pembuat sertifikat halal yang berbayar.”

MUI sebaiknya juga segera berbenah, membuang atau memecat para pengurusnya yang sering membuat pernyataan atau melontarkan suara yang tidak produktif merusak citra MUI itu sendiri seperti yang selama ini dilakukan oleh Anwar Abbas.

“Alangkah baiknya jika secepatnya MUI segera pecat Anwar Abbas dan para pengurusnya yang sepertinya,” tegas Gus Wal.

Gus Wal juga mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada untuk dengan tegas menolak pendirian lembaga/yayasan/pesantren yang akan atau telah didirikan oleh para Da’i Provokator, atau pun oleh para da’i yang belum terverifikasi sertifikasi ulama’ oleh Kemenag, dan para da’i yang sering memberikan pernyataan tidak baik, menghasut kepada permusuhan nan perpecahan, merusak ketentraman kedamaian kerukunan antar umat beragama apalagi yang pernah bergabung maupun berhubungan dengan ormas-ormas terlarang yang menganut ideologi radikalisme khilafah terorisme.

“Hal ini semata-mata demi terwujudnya Indonesia yang sejuk, tentram, aman makmur damai. Serta demi nasib generasi anak cucu kita kelak, dan yang paling pokok adalah demi Nasionalisme dan Kebangsaan, karena Nasionalisme dan Kebangsaan adalah masa depan,” pungkas Gus Wal.

Baca artikel lain:Β Kopi Pahit Gus Wal

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here