Rematch Pilpres 2019 Akankah Terulang?

Penulis: Ellen Frani

Saat ini obrolan tentang capres mulai mengerucut pada dua nama saja yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, sedangkan Anies Baswedan…, ya kita bicarakan kalau pas ingat atau sempat saja, karena semakin lama orang ini semakin tidak menarik untuk dibicarakan karena sudah tidak mutu dan suka membual. Jadi, Anies kita lupakan saja….

Saat ini umur Prabowo sudah 72 tahun dan bisa dikatakan sebagai lansia dimana secara fisiologis dan psikologi seorang lansia respon otaknya terjadi penurunan sehingga akan lambat dalam mengambil suatu tindakan. Mereka akan sulit menerima perubahan secara massif, misal dalam bidang digitalisasi yang meliputi hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari, yang secara fisiologis dan psikologis tidak dapat dihindari.

Untuk itu yang diperlukan untuk memimpin Negara Republik Indonesia ini orang yang secara fisiologis dan psikologis sangat adaptif untuk merespon berbagai masalah.

Ellen Frani

Saya yakin jika Prabowo bukan seorang ketua umum dan pemilik partai bisa dipastikan tidak akan ada partai yang meliriknya untuk menjadi seorang capres, karena yang lebih muda, cerdas serta adaptif dalam menghadapi bonus demografi sangatlah banyak.

Dari sisi sebagian besar masyarakat di negara kita berada pada strata ekonomi menengah ke bawah, maka untuk bisa merasakan keberadaan mereka dibutuhkan orang yang mengerti dan tahu apa itu hidup susah. Dari sisi ini naluri Prabowo tidak akan peka, karena tidak pernah merasakan apa yang dinamakan kesusahan. Sejak kecil Prabowo selalu merasakan hidup mewah. Dalam perjalanan hidup dan karir, sampai saat ini tidak pernah menempatkannya pada posisi yang berinteraksi dengan masyarakat ekonomi lemah atau wong cilik.

Setiap lansia cenderung mempunyai karakter dengan type defensif, dengan sifat yang responsif dan emosi yang tidak terukur, dengan kata lain sikap dan perilaku masa lalu akan mudah terbawah pada usia lansia.

Karakter/watak yang responsif dan emosianal inilah yang membuatnya harus dipecat jadi militer. Karakter itu tidak akan bisa diubah dalam waktu singkat, apalagi hanya dalam waktu 4 (empat) tahun, dimana Prabowo bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

Nah, kalau kita sudah berbicara mengenai persaingan dua kubu, yang sama-sama mengklaim di-endorse oleh Jokowi, tidak bisa dipungkiri akan terjadi persaingan ketat dan potensi untuk menggunakan berbagai cara agar bisa mempengaruhi pemilih mengambang.

Selain itu agar relawan-relawan pro Jokowi yang belum memutuskan, tidak menyebrang ke pihak lawan. Di sinilah tugas dari Ganjarian Spartan untuk bisa meyakinkan mereka, dengan menggunakan cara-cara yang santun.

Karena melihat situasi dan kondisi politik saat ini, sangat mungkin model dan perilaku kampanye seperti tahun 2019 akan terulang lagi, dimana fitnah dan hoax bertebaran.

Satu hal yang mungkin perlu diingat para Ganjarian Spartan, Jokowi sebagai kader partai tegak lurus dengan keputusan partai. Jadi apapun hasil akhir penulis yakin dukungan Jokowi akan mengarah ke Ganjar Pranowo. Tugas relawan meyakinkan para relawan tersebut, agar tidak menarik Jokowi ke dalam Pilpres ini secara langsung.

Wassalam

Ellen Frani Aktivis Perempuan Dayak.

Baca juga:

Relawan Ganjar Tekadkan Ganjar Pranowo Menang 1 Putaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here