Rijkmuseum Persiapkan Pameran Bertema Perjuangan Kemerdekaan Indonesia 1945-1950

SintesaNews.com – Museum di Belanda, Rijksmuseum saat ini sedang mempersiapkan pameran tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia (1945-1950). Persiapan dan penelitian dilakukan bekerjasama erat dengan peneliti dari Indonesia. Budaya visual dan material kontemporer dari revolusi Indonesia menjadi topik penting dalam penelitian dan pameran.

Proyek penelitian berfokus pada dokumen dalam koleksi di Indonesia, Belanda dan negara-negara lain. Poster, pamflet, majalah, foto, film, lukisan dan gambar, dan benda-benda bersejarah termasuk dalam ruang lingkupnya. Elemen penting dalam penelitian ini dibentuk oleh asal-usul sejarah yang terkait dengan dokumen. Hal ini terutama berlaku untuk dokumen dan benda-benda yang disita oleh penguasa Belanda selama revolusi di Indonesia. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada kisah-kisah pribadi yang menjadi saksi dokumen-dokumen tersebut.

Salah satu sejarawan Indonesia yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Bonnie Triyana.

-Iklan-

Dari lukisan hingga pamflet, dari pakaian hingga album foto: proyek ini dimaksudkan untuk menjadi contoh eksplorasi kekayaan visual dan budaya material dari revolusi Indonesia. Maksud dari pameran ini adalah untuk menampilkan dokumen-dokumen ini sebagai sejarah revolusi Indonesia, dilihat dari perspektif Indonesia, Belanda, dan internasional yang terus berubah.

Setelah berakhirnya pendudukan Jepang pada Agustus 1945, Belanda bertekad untuk membawa kembali jajahan Hindia Belanda di bawah kekuasaan Belanda. Hal ini disambut dengan perlawanan sengit dari para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dua kali Belanda melakukan Agresi Militernya yang dilakukan antara tahun 1947 dan 1949, dilawan dengan sengit oleh para pemuda Indonesia.

Diperkirakan 5.000 tentara Belanda dan sedikitnya 100.000 orang Indonesia tewas. Sampai Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949.

Pameran tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia (1945-1950) ini akan dibuka pada musim semi 2022, dengan judul “Revolusi!”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here