Sarinah Menyambut Baik Program Pemberdayaan Pelaku Tenun Daerah

Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Yasa (kanan) sedang memaparkan visi baru dari Sarinah kepada Anton D. Hurung (tengah) bersama tim Rumah Visi Indonesia.

SintesaNews.com – Ditemui sore hari kemarin (10/7) Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa menyambut baik niat dari Rumah Visi Indonesia yang menyambangi gedung pusat perbelanjaan modern yang pertama kali dibangun di Indonesia, sebelum manjamurnya mal-mal megah lainnya.

“Presiden Soekarno memang awalnya membangun Sarinah sebagai etalase dari produk-produk lokal dari seluruh nusantara,” kata Ngurah.

Gedung Sarinah yang terletak tak jauh dari istana negara ini memang sempat menjadi primadona di pusat Jakarta sebagai tempat berbelanja bahkan lokasi anak-anak muda bergaul dan meeting point.

Rumah Visi Indonesia yang digawangi Anton D. Hurung yang berasal dari Adonara, Nusa Tenggara Timur mengungkapkan tujuannya bertemu dengan Dirut Sarinah adalah untuk mengajak BUMN ini turut mendukung karya-karya tenun dari daerah agar bisa dipromosikan di Sarinah.

Sambutan baik dari Ngurah dengan niat Rumah Visi Indonesia yang mau menjembatani dari karya-karya unggulan di daerah dengan etalase pusat perbelanjaan modern di Sarinah. Sehingga di Sarinah bisa ditemukan khazanah beragam budaya lokal dan tradisional namun dengan standard mutu international.

Gusti Ngurah menjelaskan bahwa Sarinah saat ini sedang melakukan program transformasi dalam upaya meremajakan konsep dan model bisnis Sarinah yang salah satunya adalah melakukan renovasi gedung.

“Program renovasi Gedung Sarinah direncanakan akan selesai pada bulan Mei 2021,” kata Gusti Ngurah Putu.

Menurut dia, Gedung Sarinah Thamrin merupakan salah satu ikon atau gedung bersejarah bagi masyarakat Jakarta khususnya maupun bagi masyarakat Indonesia. Gusti Ngurah menilai Gedung Sarinah menjadi warisan tak ternilai dari Bapak Proklamator Presiden Ir Soekarno sebagai departemen store pertama di Tanah Air.

Inisiator dari Rumah Visi Indonesia, Anton D. Hurung dalam kesempatan yang baik itu mengatakan, “Tenun khas daerah adalah karya-karya warisan budaya nenek moyang kita. Karena itu Rumah Visi Indonesia hadir menjadi jembatan dalam mendukung karya-karya tenun dari daerah agar bisa dipromosikan di Sarinah. Ini menjadi bagian dari kerja-kerja menghadirkan negara di tengah masyarakat.”

Inisiator Rumah Visi Indonesia, Anton D. Hurung (kiri) dan Dirut PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu.Sugiarta Yasa.

“Kehadiran negara menjadi energi baru dalam upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku tenun,” ujar Anton.

Turut hadir bersama Tim Rumah Visi Indonesia, Erri Subakti yang telah berepengalaman dalam pengembangan masyarakat di daerah-daerah pedalaman dari Sumatera hingga Papua, menambahkan bahwa program-program pengembangan masyarakat di daerah harus terintegrasi dengan berbagai sektor dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang masing-masing akan mendapatkan benefitnya sehingga pengembangan masyarakat desa bisa sustainable.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here