Ternyata Ahok di Balik Desa Miliarder Tuban, Sekaligus Selamatkan Bocornya Rp 84 Triliun

Memetika medsos.

SintesaNews.com – Siapa yang tak ingat dengan coretan legend Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) untuk anggaran di Pemprov DKI Jakarta, yaitu: “Pemahaman Nenek Loe!”.

Kini cara kerja BTP yang mampu melakukan pemangkasan-pemangkasan anggaran hingga meminimalisir potensi kebocoran dana juga pemborosan, dipraktekan pada BUMN penerima revenue ketiga terbesar, PT. Pertamina (Persero).

Tak tanggung-tanggung BTP bisa “menyelamatkan” potensi kebocoran anggaran pada sebuah proyek Pertamina di Tuban, sebesar Rp 84 triliun!

Pertamina memiliki proyek kilang pengolahan minyak, Gross Root Refinery (GRR) di Tuban. Proyek ini digarap oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining dan Petrochemical di bawah Pertamina.

Awalnya capital expenditure alias belanja modal untuk proyek ini mencapai US$ 18 miliar. Ahok pun meminta biaya ini dihitung ulang.

Akhirnya kini biayanya susut menjadi US$ 11 miliaran. Sehingga terjadi terjadi penghematan US$ 6 miliaran atau setara Rp 84 triliun (asumsi kurs Rp 14 ribu per dolar AS).

“Ini satu hal yang luar biasa, kita itu bisa, kalau teliti, dipretelin satu-satu,” kata Ahok.

Luar biasanya lagi, proyek Ahok di sinilah yang membuat warga desa di Tuban menjadi miliarder beberapa waktu lalu. Para warga desa di Tuban yang lahannya dibeli Pertamina untuk proyek ini mendapatkan ganti untung hingga puluhan miliar rupiah.

Satu proyek Pertamina dipelototin Ahok, bisa selamatkan uang negara, sekaligus sejahterakan rakyat. Kini Pertamina mengalami bagaimana “pemahaman nenek lo” dilakukan. (Erri Subakti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here