Usai Hujan di Kodam Jaya

Erri Subhakti

Kawasan cawang cililitan hujan deras siang tadi, saya menunda untuk menuju ke Kodam Jaya. Baru setelah reda saya meluncur ke sana.

“Ada kiriman utk Dharmawangsa 3,” begitu petugas di pos jaga melaporkan ke dalam saat saya tiba di pos jaga dengan membawa sebuah cake The H*rv*st (saya sensor hurufnya biar ga iklan). Pak Pangdam juga baru saja ultah 2 hari lalu. Jadi sekalian ucapan belated birthday.

Dharmawangsa 3 ini kode sandi untuk Pangdam Jaya nampaknya. “Bawa masuk,” ujar seseorang yang terdengar dari handy talky.

Kebetulan saat itu masuk sebuah mobil yang mungkin supir dari Dharmawangsa 3. “Nah ini nih, titip aja.” Petugas di pos langsung memberikan bingkisan yang saya bawa ke pengemudi mobil.

 

Berawal dari dukungan di WAG Alumni FISIP UI – NKRI yang sebelumnya sudah mengirimkan papan karangan bunga yang sempat viral itu. Tapi dukungan masih terus mengalir di WAG, sampai-sampai ada usulan mengirimkan martabak dan kopi ke Kodam Jaya sebagai bentuk dukungan kecil.

Memang tadi malam saya hampir mengeksekusi usulan tsb. Saya sempat lewat di Kodam, tapi kok dipikir-pikir, kalau malam ini ngasih martabak, gak greget. Kodam juga lagi sepi. Lagian ngasih martabak, kayak mau ngapel aja ngasih martabak buat camer.

Lagi pula kondisi juga bukan sedang ada demo ataupun tugas-tugas berat lainnya yang diemban TNI saat ini.

Dukungan berbagai elemen publik untuk TNI ini sama sekali bukan glorifikasi. Masa’ TNI nurunin baliho aja dirayakan. Bukan itu. Tapi bertindaknya TNI memberikan pesan ke pihak-pihak yang ingin mengacaukan negeri ini agar jangan meneruskan niatannya. Pesan ini cepat ditangkap publik yang mulai resah, dan akhirnya memberikan sedikit dukungan-dukungannya untuk aparat TNI.

Pembersihan baliho yang sebenarnya tugas satpol PP jadi diberesin oleh pasukan Kodam Jaya karena Satpol PP ga berdaya untuk berani menurunkan baliho-baliho provokatif tsb. Ya maklum, semua orang sudah tau, penguasa pemprov DKI bisa duduk di kursi gubernur atas jasa genk yang mengatasnamakan agama.

Apalagi baliho-baliho itu ditulis juga di bagian bawah “yang berani menurunkan baliho ini, PKI.” Buset deh. Kalimat yang ‘ngadrun.’

Maka penurunan baliho-baliho jumbo oleh TNI ini jangan dilihat menggantikan tugas satpol PP.. Tapi adanya agitasi dan provokasi yang sedang disiapkan oleh pihak yang ingin menghancurkan NKRI. Pihak itu siap menunggu di belakang kekacauan yang bakal dibuat oleh genk petamburan. Begitu tersulut, merekalah yang akan membakar Indonesia hingga rusuh di mana-mana.

Sikon Jakarta sejak pulangnya bang toyib memang jadi kacau lagi. Peningkatan jumlah positif covid dalam 1 hari ini saja hampir menyentuh angka 5.000. Ya gimana, sebelumnya bang toyib gelar kerumunan-kerumunan massa terus tanpa peduli aturan PSBB. Sekarang semaput kan tuh.

Dicariin polisi, bisa jadi tersangka. Dicariin TNI bisa jadi musuh negara. Apa mau ke rahmatullah saja?
____

Terimakasih utk para donatur yg telah ikhlas memberikan kontribusinya.🙏🏻

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here