Catatan Pinggiran: Filsafat Gerung Vs Surat Somasi

Negara kita adalah di mana pun kita berada. – Marcus Tullius Cicero

KOLOM

Catatan Pinggiran

Ganda Siumorang

 

Ada 270 juta lebih anak bangsa saat ini, namun Presiden memang hanya satu. Kenapa hanya satu? Karena Presiden adalah Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.

Lalu kemudian ada sebiji warga negara konon penemu filsafat dungu saban kesempatan selalu mendungu-dungukan semua orang yang dia tidak suka termasuk Presiden. Namanya Rocky “Dungu” Gerung. Tak terbayang rasa sakit hati ratusan juta rakyat Indonesia karena Presidennya saban kesempatan dicap dungu oleh si Rocky ini. Setiap langkah dan kebijakan Presiden RI oleh Rocky selalu salah dan dungu. Jangan tanya rasa sakit hati seluruh prajurit TNI dan POLRI, sampai ke ubun-ubun pastinya karena jangan lupa Presiden adalah Panglima Tertinggi TNI dan POLRI.

Lalu seminggu terakhir beredar viral berita bahwa ada satu perusahaan swasta, pengembang (property developer) dengan reputasi baik melayangkan somasi ke Rocky. Isinya jelas supaya Rocky mengosongkan lahan yang sedang dia tempati sekarang. Tidak tanggung dan serius sehingga somasinya sampai 2 surat dengan jangka waktu eksekusi seminggu.

Sampai di sini jelas, isu ini adalah konflik penguasaan tanah antara seorang warga negara (individual) bernama Rocky Gerung dengan perusahaan berbadan hukum bernama PT. Sentul City (citizen to business).

Kurang lebih maknanya adalah Rocky melakukan penyerobotan tanah sehingga pengembang tersebut mensomasi. Sangat lumrah dan rasanya kasus serupa terjadi ribuan di seluruh pelosok negeri. Menjadi ramai karena penerima somasi adalah Rocky. Motifnya pun sama sekali sangat umum, modus penyerobotan tanah dengan jual beli objek tanah memakai alas hak surat garapan. Sekian tahun lahan tersebut sudah terbangun rumah dan ditempati dengan alas hak yang tidak berubah akta jual beli Surat Garapan. Tentu saja dengan alas hak tersebut Rocky tidak bayar PBB selama kurun waktu tersebut. Satu modus operandi mafia tanah yang sangat umum terjadi di seluruh pelosok nusantara.

Lalu tiba-tiba si Rocky yang saban kesempatan mencaci maki Presiden mendadak linglung. Sepertinya teori filsafat dungu yang dia asong sama sekali tak berdayaguna hanya untuk menjawab 2 surat somasi dari satu perusahaan pengembang.

Mari kita nantikan terkuaknya fakta-fakta dan kebenaran hakiki dari panggung Filsafat Gerung melawan Surat Somasi.

Salam Pancasila 🇮🇩
11092021

Ganda Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here