Komandan Banser Kok Dikejar, Kejar Daku Kau Ku Tangkap, Warga Nahdliyyin Bersama Gus Yaqut

Penulis: Nurul Azizah

Sudah tidak kaget lagi kalau Gus Yaqut Cholil Qoumas yang sekarang menjabat Menteri Agama selalu diincar pembenci NU dan NKRI. Mereka biasa dipanggil kadrun (kadal gurun).

Gus Yaqut sampai kapanpun kau akan dikejar kadrun. Oposisi kadrun terdiri dari beberapa variable dan species. Kelompok ini sering tidak berguna bagi kemajuan bangsa Indonesia, ektrim kanan yaitu suatu faham islam yang sangat rigid (kaku) yang dengan mudah mengkafir-kafirkan orang lain yang tidak sefaham, islam radikal intoleran, para mantan yang sakit hati, pendatang dari luar negeri yang mau menawarkan kue busuk (faham khilafah) di Indonesia.

Mereka apa tidak punya pikiran sehat, Indonesia sudah damai dengan falsafah Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu yaitu Indonesia. Indonesia sudah berdiri tegak dengan adanya empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan UUD 1945. Empat pilar ini sudah berdiri kokoh di Indonesia tidak mungkin mudah digoyahkan oleh siapapun, akan dijaga oleh seluruh komponen anak bangsa, tidak terkecuali oleh warga Nahdliyyin yang tergabung dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai warga NU tentunya akan patuh kepada kiai-kiai dan poro pimpinan yang diwadahi dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mbah Maemun Zubair pernah mengucapkan: “PBNU itu bisa jadi P (Pancasila), B (Bhinneka Tunggal Ika) N (NKRI), U (UUD 1945).” PBNU atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menjaga empat pilar kebangsaan ini.

Jadi jelas di manapun NU berada selalu mengawal NKRI. Seperti yel-yel yang sering diucapkan oleh warga Nahdliyyin: “Siapa kita? NU, NKRI? Harga Mati, Pancasila? Jaya.

Yel-yel itu sering diucapkan oleh Gus Yaqut Cholil Qoumas saat menjabat sebagai komandan Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Banser merupakan garis terdepan sekaligus pasukan inti NU yang ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Pada konggres GP Ansor XV yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman Yogyakarta, Gus Yaqut terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum GP Ansor periode 2015-2020 menggantikan Nusron Wahid. Beliau muncul ke pentas nasional setelah menjadi Ketua Umum GP Ansor sekaligus sebagai Panglima Tertinggi Banser.

Gus Yaqut dikenal sebagai seorang yang cinta tanah air dan Pancasila. Dalam kehidupan sehari-hari beliau selalu menerapkan nilai-nilai Pancasila untuk terus ditegakkan demi persatuan Indonesia.

Tak heran, kalau saat beliau menjabat Menteri Agama sikap beliau selalu menjunjung nilai-nilai Pancasila, hidup rukun damai bersama saudara-saudara kita yang berbeda agama dan keyakinan. Jiwanya akan terus menghalau kelompok islam radikal intoleran, para pengacau negeri ini dan akan berhadapan dengan gerakan-gerakan yang dianggap anti NKRI.

Sudah lama Gus Yaqut diserang oleh orang-orang yang tidak suka dengan NU dan NKRI.
Apapun yang dilakukan oleh Gus Yaqut sebagai orang NU yang cinta NKRI selalu salah di mata pembenci.

Kemudian beliau diangkat menteri agama Indonesia ke-24 pada tanggal 23 Desember 2020 pada masa Presiden Ir. H. Joko Widodo dan wakil Presiden Prof. KH. Ma’ruf Amin.

SE Menag No. 05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala juga diserang oleh kelompok radikal atau kelompok sakit hati. Surat Edaran tersebut diteken oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada tanggal 18 Februari 2022 lalu.

Penerbitan SE dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antar warga.

Isi SE Menag No. 5 tahun 2022 diantaranya:

  1. Pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid atau musala
  2. Untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik
  3. Volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel)
  4. Dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu dan bacaan akhir ayat, sholawat/tarhim.

Saat Gus Yaqut memberikan penjelasan kepada wartawan saat kunjungan kerja di Pekanbaru Riau (23/2/2022) melalui video, disampaikan 2 poin.

  1. Aturan pengeras suara untuk masjid atau musola sesuai SE no 5 tahun 2022 maksimal 100 dB supaya tidak ada gangguan suara, yang tujuannya untuk menjaga keharmonisan
  2. Penjelasan tentang apa itu gangguan suara, dan diberikan contoh jenis-jenis suara di dalamnya termasuk contoh gonggongan anjing dan juga suara truk yang bareng-bareng jalan.

Gus Yaqut bukan membuat tasybih (menyerupakan) adzan dengan suara gonggongan anjing. Beliau membuat tamsil (contoh), dua tamsil satu suara anjing dan dua suara truk.

Tapi oleh pembenci, video Gus Yaqut dipotong, seakan-akan Gus Yaqut menyamakan bisingnya suara adzan sama dengan gonggongan anjing.

Kemudian banyak orang melakukan framing dengan logical fallacy atau pengaburan nalar berfikir dengan menggabungkan judul berita dengan membandingkan adzan dengan gonggongan anjing, padahal konteksnya beda.

Kalau orang mau melihat video Gus Menag secara lengkap bukan tasybih (menyerupakan) tetapi membuat contoh atau tamsil.

Para pembenci membuat framing jahat yang sengaja untuk bahan pengadu domba.

Roy Suryo mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menangkap video Gus Yaqut sebagai penistaan agama. Roy Suryo melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke polisi terkait pernyataan aturan pengeras suara untuk masjid dan musala, Kamis (24/2/2022).

Roy melaporkan Gus Yaqut terkait dugaan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Roy Suryo juga melaporkan Gus Yaqut terkait pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Namun laporan itu ditolak oleh Polda Metro Jaya.

Gus Yaqut tidak sendirian, GP Ansor telah melaporkan balik Roy Suryo ke Polisi, kami semua warga Nahdliyyin mendukung Gus Yaqut dan GP Ansor.

“Roy Suryo jelas serampangan dengan seenaknya melaporkan Menag ke polisi. Memang siapa Roy Suryo itu? Dia hadir langsung apa tidak saat Menag membuat pernyataan di Riau? Apa dia ngerti konteksnya? Apakah punya motif ingin mengadu domba umat beragama? Hati-hati, nanti bisa berbalik ke dia dan kita juga bisa laporkan dia terkait pencemaran nama baik dan fitnah,” kata Kepala Divisi Advokasi Litigasi dan Non Litigasi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Dendy Zuhairil Finsa, SH. sudah melaporkan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya dengan laporan polisi nomor: LP/B/1012/II/2022/SPKT/ POLDA METRO JAYA, tanggal: 25 Februari 2022.

Dengan perkara: “Pencemaran nama baik dan atau fitnah dan atau ujaran kebencian melalui media elektronik dan atau mentransmisikan data elektronik milik orang lain tanpa izin dan atau menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran masyarakat.

Dendy menilai, sikap ngotot Roy Suryo melayangkan masalah ini ke jalur hukum justru berpotensi semakin memperkeruh suasana. Atau siapapun yang mengatasnamakan organisasi mau dan sudah melaporkan Gus Menag ke jalur hukum akan bernasib sama dengan Roy Suryo. Hukum dilawan dengan hukum.

Sebab faktanya Gus Yaqut sama sekali tidak pernah membanding-bandingkan antara adzan dengan gonggongan anjing.

Menag dalam konteks tersebut hanya mencontohkan di antara bentuk kebisingan yang berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat.

Wahai para pembenci Gus Yaqut Cholil Qoumas, kalian serang komandan Banser Ansor. Kau serang Menteri Agama kau serang warga Nahdliyyin, jumlah kami tidak sedikit. Kami ada di mana-mana, jangan pernah ganggu dan usik ketenangan kami. Kau jual kami beli. Kamu musuhi Menag Gus Yaqut kami tak tinggal diam. Semakin kau kejar Komandan Banser, semakin tampak nyata siapa dirimu. “Kejar daku kau ku tangkap.”

Gus Yaqut Cholil Qoumas tidak sendirian ada sejumlah warga Nahdliyin (menurut survei LSI 2019) sebanyak 91,2 juta akan mendukung Gus Yaqut. Itu artinya ada anggota NU yang mencapai 35,5 persen dari total 249,9 juta penduduk Indonesia tidak tinggal diam.

Berhati-hatilah kalau ingin menyerang Gus Menag yang latar belakang putra kiai darah biru NU. H. Yaqut Cholil Qoumas asal Rembang putra dari KH. Cholil Bisri, kakak kandung dari KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Beliau dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang Jawa Tengah. Gus Yaqut adik kandung dari KH. Yahya Cholil Staquf ketua PBNU.

Ingat prinsipnya warga Nahdliyyin, “drerek Kiai saklawase.”

Buku “Muslimat di Sarang Wahabi” karya penulis Nurul Azizah. Pemesanan hub. Penulis atau SintesaNews.com di nomor 085810220132

Nurul Azizah, penulis Kolom Bunga Rampai penulis buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi“, yang berminat bisa pesan ke penulis atau hub SintesaNews.com 0858-1022-0132.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here