Surat untuk Nana dari Seniornya Mantan Jurnalis: Rendah Hatilah

Dr. drg. Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan, Sp. KG. Foto: fikes.esaunggul.ac.id

Penulis: Dr. drg. Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan, Sp. KG

Dear Nana, ini mbak Weka. Diakui atau tidak, 😊 Nana dahulu kerap ditandemkan dengan mbak Weka kala magang di RCTI. Sudah lama sekali memang, sudah lebih dua puluh tahun silam. Nana juga pernah meminta nasehat ke mbak Weka, apakah memilih stasiun televisi RCTI atau Metro TV untuk menimba karir (kita bertemu makan siang di sebuah resto di Plaza Senayan). Dan mbak Weka bilang, “Kalau kamu ingin jadi bintang, kamu masuk Metro TV”.

Mbak Weka boleh ya mengingatkan? Sebagai pewarta kita semua disyaratkan untuk rendah hati dan meletakkan diri ‘equal’ dengan nara sumber. Bukan merasa lebih tinggi atau mendominasi. Ya di suatu masa ‘talk show’ semacam itu pernah mendapat tempat di hati pemirsa dan kemudian dianggap sebagai acuan terutama bagi pemula. Tetapi kala itu situasi berbeda. Sekarang keadaan mengijinkan semua orang mengajukan pertanyaan dan pendapatnya dengan bebas merdeka.

Note: Oya bahkan untuk narasumber seperti pemulung, orang desa yang tidak berpendidikan kita malah diminta ‘merendahdiri’ agar mereka merasa nyaman ketika mengobrol dengan kita kala di lapangan.

Di situasi semacam ini pewarta sepatutnya menjadi semacam ‘bridging’ antara pemirsanya dan narasumbernya. Bukan menjadikan diri sendiri ‘center’ dari sebuah tayangan informasi dan apalagi melakukan ‘penghinaan’ kepada narasumbernya. Sungguh tidak etis!

Masih ada waktu, dengan penuh ikhlas dan rendah hati memintalah maaf kepada Kementerian Kesehatan pada umumnya sebagai institusi dan pada Bapak Dr. Terawan, MD, PhD khususnya.

Salam manis,
Love,
Mbak Weka

Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan
#kementeriankesehatanRI #terawan #drterawan #indonesia #najwashihab #MataNajwa

______________

Penulis saat ini adalah dokter gigi spesialis konservasi gigi, menyelesaikan studi spesialisnnya di Universitas Indonesia. Meraih gelar doktor dari umiversitas yang sama dan memperkaya ilmunya dengan pelatihan di Laboratorium Biomolekular. Dokter gigi yang akrab disapa drg. Atma ini juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul. (Red.)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here