Kapal China Ngacir Saat Jokowi ke Natuna

Penulis: Langit Quinn

SintesaNews.com – Kemarin, Rabu (08/01/2020) Jokowi melakukan kunjungan ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kunjungan Jokowi ke Natuna dilakukan di tengah klaim China atas perairan di sekitar Kepulauan Nansha (Spratly Islands) yang tidak jauh dari Natuna. Klaim itu bahkan sudah ditegaskan kepada Kementerian Luar Negeri.

Masalah Natuna muncul karena kapal nelayan China masuk untuk mencari ikan dan di kawal langsung di perairan Natuna. Pelanggaran terjadi pada Senin (30/12/19).

Baca juga: Gubernur Terbodoh Ingin Jadi Presiden, Mimpi!

Kemarin Jokowi dan rombongan langsung menuju Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna. Jokowi akan meninjau jajar kapal dan bertemu nelayan.

Kunjungan presiden tentu membawa pesan khusus untuk China. Terbukti kapal nelayan China ngacir dan tak lagi melakukan pencurian ikan di wilayah tersebut setelah Jokowi berkunjung.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh TNI.

“Memang, berdasarkan pengamatan dari TNI AU melalui pengintaian udara, mereka, artinya kapal-kapal China yang waktu itu melakukan illegal fishing, mereka sudah keluar dari ZEE kita pascakunjungan Bapak Presiden ke Natuna. Saya kira kunjungan Bapak Presiden ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah kita kepada Beijing,” kata Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

“Saya kira itu dibaca dengan cermat oleh Beijing dan kapal-kapal nelayan yang di-back-up oleh kapal coast guard mereka, dalam hal ini kapal pemerintah, sudah meninggalkan ZEE,” sambungnya.

Meski demikian, TNI menegaskan akan tetap melakukan operasi pengamanan di wilayah tersebut, kendati kapal nelayan China sudah ngacir dari sana. Jika semua telah kembali berjalan normal dan aman, Sisriadi mengatakan pengamanan akan kembali berjalan seperti biasanya.

“Nanti kalau memang sudah benar-benar clear, fokus akan kembali kita ke secara keseluruhan. Jadi, kemarin itu fokus dan intensitas kita arahkan ke Laut Natuna Utara, karena operasi rutin itu dilakukan di seluruh wilayah perairan Indonesia, jadi tidak hanya di Laut Natuna Utara,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, kapal perang yang dikerahkan di Natuna ada 8 unit, dan pesawat berpatroli 2 kali terbang, ada 4 pesawat yang beroprasi dalam sekali flight.

Dalam akun media sosialnya, Jokowi mengatakan :

Pangkalan Angkatan Laut Selat Lampa, Natuna, hari ini. Saya sempat memasuki dek kapal perang KRI Usman Harun 359 yang berlabuh bersisian dengan KRI Karel Satsuit Tubun 356.

Tadi saya bertanya ke Panglima TNI, apakah ada kapal negara asing memasuki laut teritorial Indonesia? Ternyata tidak ada.

Kapal asing tersebut berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia, bukan laut teritorial Indonesia. Di zona tersebut kapal internasional dapat melintas dengan bebas, dan Indonesia memiliki hak atas kekayaan alam di dalamnya, dan berhak menggunakan kebijakan hukumnya.

Indonesia memiliki hak berdaulat untuk menangkap atau menghalau kapal asing yang mencoba memanfaatkan kekayaan alam di dalamnya secara ilegal.

Kapal-kapal TNI Angkatan Laut senantiasa bersiaga menjaga kedaulatan Tanah Air Indonesia di laut Natuna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here