Hebatnya Jerman, 14 Ribu Kasus Covid-19 Hanya Meninggal 42 Pasien

Pekerja medis Jerman pada fasilitas drive-in testing kepada para penduduk yang kemungkinan memiliki gejala infeksi virus corona baru. Copy right: Financial Times, Christian Kaspar-Bartke/Getty Images

SintesaNews.com – Kasus infeksi virus corona baru di Jerman sangat tinggi. Tercatat hingga kini ada 14 ribu kasus yang positif Covid-19. Namun begitu, angka kematian akibat virus tersebut justru tercatat sangat sedikit. Yaitu hanya 42 orang yang meninggal dunia.

Hal ini karena Jerman melakukan tes massal sehingga terdata ada 160.000 tes dalam 1 minggu. Jumlah ini sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan Korea Selatan (Korsel) yang melakukan tes hinggga 100.000 tiap minggunya.

Dan itu pun Jerman belum melakukan kapasitas maksimumnya. Jerman masih sanggup memperbanyak jumlah tes lagi.

Bayangkan saja para pekerja medis sampai turun ke jalan melakukan pendataan dan tes awal dengan cara “drive-in testing”.

Sebagai informasi, Jerman adalah negara pertama di Eropa yang berpengalaman menangani Covid-19 secara intensif, sejak Januari 2020. Selain itu fasilitas kesehatan di negara ini sangat memadai. Rasio jumlah ranjang Rumah Sakitnya saja adalah yang tertinggi di Eropa, dan ke-3 tertinggi di dunia setelah Jepang dan Korsel.

Jadi kuncinya adalah tes secara massal atau screening massal dengan agresif dan cepat. Indonesia angkanya sedikit, karena testnya lambat dan sedikit. Akibatnya saat ini persentase kematiannya menjadi yang tertinggi, mencapai 8 persen dari seluruh kasus.

Perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Indonesia adalah 450 kasus, 20 orang sudah sembuh, dan 38 meninggal dunia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here