Kalimat Pak Jokowi Ini Tanda Reshuffle atau Tidak Sih?

Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan Tol Banda Aceh - Sigli, 21/2/2020. Foto: Biro Setpers Istana.

SintesaNews.com – Santer diberitakan Presiden Jokowi akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Isu ini pertama dilontarkan oleh pegiat media sosial yang diundang Jokowi ke istana Bogor beberapa waktu lalu.

Namun pihak istana melalui Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman menampik isu tersebut dan lebih menekankan bahwa tidak ada rencana reshuffle kabinet.

Fadjroel mencoba menyampaikan kata-kata yang diucapkan oleh Presiden Jokowi. “Apa-apa perlu penyesuaian. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu,” kata Fadjroel menirukan ucapan Jokowi. “Kalau terus (tidak dapat beradaptasi), pasti saya ganti,” lanjut Fadjroel menyampaikan kalimat Presiden Jokowi.

Kalimat Jokowi itu seperti bisa dimaknai “dimaafkan dulu” bagi para menterinya yang kurangĀ  cepat beradaptasi. Artinya belum ada rencana reshuffle kabinet.

Tapi di kalimat kedua, justru sangat kuat menyiratkan akan ada pergantian menteri di Kabinet Indonesia Maju, dengan tekanan kata-kata “pasti saya ganti” untuk yang terus tidak dapat beradaptasi.

Sementara itu Tenaga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, “Saya kira presiden punya kewenangan untuk bisa melakukan evaluasi terhadap kabinet pemerintahannya.”

Terkait hal itu, Ngabalin pun menyebut reshuffle sebagai hal biasa di dalam pemerintahan. “Bagi presiden itu kan bisa melakukan apa saja yang beliau mau dengan kabinetnya atau pemerintahannya,” katanya. Ia melanjutkan, “Enggak ada masalah, reshuffle itu bukan sesuatu yang tabu atau sesuatu yang jadi persoalan bagi pemerintahan.”

Bagaimana menurut pembaca?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here