Rizieq Ancam Pemenggalan Kepala, Pandam Jaya: Akan Saya Hajar

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

SintesaNews.com – Beredar di media sosial cuplikan ceramah gembong FPI Rizieq Shihab yang mengatakan kepada kepolisian untuk menangkap penista agama dan ulama, kalau tidak mau seperti di Perancis. Katanya ada penghinaan nabi dan muncul kasus pemenggalan, maka laporan penista-penista agama harus diproses.

“Yang menghina nabi, yang menghina Islam, yang menghina ulama, Proses! Betul? Kalau tidak diproses, jangan salahkan umat Islam, kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan semua,” kata Rizieq.

Eks narapidana di masa pemerintahan SBY ini baru saja pulang belum sampai seminggu di Indonesia karena diusir alias dideportasi dari Arab Saudi karena pelanggaran izin tinggal, langsung memgkonsolidasikan gerombolannya. Hingga mengakibatkan banyak pejabat harus berurusan dengan hukum dan kepolisian. Dua belas perwira menengah dari Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar, hingga beberapa kapolres 4 wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi dicopot. Sepuluh pejabat dari Gubernur DKI, Camat, Lurah hingg RW dan RT diperiksa penyidik kemarin.

Di saat yang sama Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan bahwa jika gerombolan Rizieq Shihab bergerak dan mengarah pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa, maka dirinya tidak akan pernah memberikan toleransi pada kelompok mana pun, termasuk para simpatisan ormas FPI.

“Yang mengganggu persatuan keutuhan NKRI jangan coba-coba di Jakarta, saya hajar itu,” ujarnya.

Dia menyatakan, TNI sangat siap dalam menghadapi berbagai ancaman yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Ibukota Jakarta.

Hanya saja, kata Pangdam, terkait dengan berkumpulnya ribuan orang di sekitar Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu TNI memang tidak dapat bertindak secara langsung. Karena hal itu bukan kewenangan yang dimiliki oleh satuan TNI.

Untuk pengamanan ada level Satpol PP, jika tidak bisa diatasi maka meminta bantuan ke kepolisian.

Jika semua itu tidak bisa, barulah TNI diperbantukan,” kata Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Mayjen Dudung mewanti-wanti semua pihak terutama yang ada di wilayahnya, untuk tidak bermain-main membuat perpecahan. Ia memastikan, akan menghajar pihak-pihak tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here