Video Azan Ganjar, KPI dan Bawaslu Nilai Tak Ada Pelanggaran, Ganjarist: Bukan Politik Identitas

SintesaNews.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran dari tayangan azan yang menampilkan Ganjar Pranowo. Begitu pula menurut Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang menilai hal itu bukanlah pelanggaran.

KPI memutuskan tayangan tersebut tidak melanggar ketentuan penyiaran berdasarkan rapat pleno KPI pada Rabu (13/9/2023).

“Berdasarkan hasil forum klarifikasi dan rapat pleno, KPI menilai bahwa siaran azan maghrib yang menampilkan salah satu sosok atau figur publik tidak melanggar ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),” demikian dikutip dari siaran pers KPI Pusat.

KPI sebelumnya sempat memanggil pihak stasiun televisi swasta terkait untuk dimintai klarifikasi pada Senin (11/9/2023). Hasilnya, KPI tak menemukan adanya dugaan pelanggaran.

Hampir senada, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja juga menyampaikan bahwa sulit menyatakan Ganjar melanggar aturan atas kemunculannya di tayangan azan tersebut. Sebab, hingga kini belum ada belum ada pendaftaran bakal capres secara resmi oleh KPU sehingga Ganjar tak dapat dianggap peserta Pemilu 2024 kendati telah dideklarasikan sebagai bakal capres oleh PDI-P, PPP, Perindo, dan Hanura.

“Ajakannya (memilih)? Tidak ada. Kemudian menawarkan visi misi, ada enggak di situ? Tidak juga kan?”

Ganjarist: Bukan Politik Identitas

Sementara itu menurut Ganjarist, hal tersebut bukanlah sesuatu yang berlebihan.

“Itu sama sekali tak ada kaitannya dengan politik identitas,” kata Ketua Umum Ganjarist, Kris Tjantra.

Kris menilai azan tersebut membuktikan bahwa Indonesia menganut negara yang berketuhanan dan sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

“Kami selaku relawan melihatnya itu tak ada yang salah dan masih wajar dan normal saja,” kata dia.

Kris bicara soal tahun politik di mana dinamika kerap terjadi dan kini hal tersebut menyasar Ganjar.

“Bagi masyarakat yang cukup cerdas, bagaimana menyikapi dinamika ini bahwa apa yang ditayangkan itu membawa pesan kedamaian, pesan yang baik untuk semua untuk kita kembali kepada Tuhan, jadi ya kita tidak peru harus sampai berlebihan menyikapi hal ini,” kata dia.

Karena itulah, dia menilai masyarakat kini tak perlu lagi larut dalam polemik tersebut, dan khusus relawan Ganjarist, Kris meminta untuk terus fokus memenangkan Ganjar dengan cara yang kreatif dan tidak menjatuhkan.

“Rekam jejak Pak Ganjar sudah jelas baik sebagai legislator sampai gubernur. Tak ada satu pun track record beliau yang ada unsur politik identitas yang dilakukan selama mengabdi di Jateng. Jadi ini hanya gorengan dari orang-orang yang memanas-manasi situasi saja,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here