Anies Gak Becus, Karni Ilyas, dan Teroris di Simpang Jalan

KALEIDOSKOP SintesaNews.com

Awal Januari 2020, ketidakbecusan Anies sebagai gabener di ibukota negara betul-betul nampak nyata dipertontonkan. Banjir besar di Jakarta, bahkan ada yg mengalami hingga berhari-hari, membuat pemerintah pusat turun tangan. Sampai-sampai Presiden Jokowi sendiri secara diam-diam mengecek pompa air di waduk pluit.

Diam-diam Jokowi Cek Rumah Pompa

Februari sebuah berita yang cukup heboh, yang hanya ada di SintesaNews.com awalnya, yaitu berita tragis mengenai kecelakaan seorang perempuan muda WNI 18 tahun di AS.

Diduga Gadis Indonesia 18 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Mobil di San Fransisco

Maret virus corona akhirnya menjangkiti 2 orang Indonesia. Karni Ilyas dengan ILC-nya pun lebay dengan menghadirkan narasumber yang bukan warga komplek perumahan studio alam indah Depok. Perumahan tempat tinggal penderita covid-19.

Karni Ilyas Gunakan Narasumber ‘Palsu’ dalam ILC Bahas Virus Corona?

TV One melaporkan SintesaNews.com ke polisi, dan kami pun memberikan keterangan apa adanya, bahwa memang narasumber yang diperkenalkan di ILC bukan warga komplek tersebut, artinya narasumbernya KW.

April, Anies tetap bayar fee untul Formula E sebesar Rp 200 miliar yang akhirnya ga jadi juga diselenggarakan. Wong ada pandemi covid. Belegug siah! Duit rakyat Jakarta dibuang-buang begitu aja, semprul!

Terbongkar, Anies Tetap Bayar Rp200 Miliar untuk Formula E Meski Tau Wabah Covid-19

Mei, PSI minta Anies kembalikan duit Rp 560 miliar totalnya yang sudah disetor untuk penyelenggaraan Formula E. Wooyy!!! Gedeg gak sih lu.

PSI Minta Anies Kembalikan Rp 560 Miliar yang Disetor untuk Formula E, Gerindra Setuju

Juni, parah banget 27 media mainstream nasional. Media-media besar memberitakan hoax. Entah dari mana sumber berita mereka yang memojokkan Presiden Jokowi. Sebanyak 27 media besar tersebut akhirnya dipanggil Dewan Pers dan kena teguran.

27 Media Online Akui Kesalahan Pemberitaannya di Hadapan Dewan Pers

Temtu saja hanya SintesaNews.com yang memberitakan fakta sesuai aslinya. Bukan hoax. Payah…!

Bulan Juni sebenarnya artikel terbanyak dibaca adalah tentang Mardigu yang pernah menipu jemaah Lia Eden. Tapi gak penting untuk jadi konten Kaleidoskop.

Bulan Juli, artikel mengenai jenderal andalannya Jokowi, yang dijuluki menteri segala urusan, sering membuat publik bertanya-tanya, kenapa sih Luhut lagi Luhut lagi… sampai-sampai ada seloroh “kepala pundak Luhut lagi Luhut lagi…” 😀

Kenapa Luhut Diandalkan Jokowi

Agustus, gak nyangka seorang putera Asli Papua menjadi Ketua DPW Partai Bulan Bintang Propinsi Papua. Cukup menyita perhatian publik karena parpol ini dikenal sebagai parpol Islam yang kental. Sementara sebagai Ketua DPW di Papua adalah seorang Katolik.

Fransiskus Xaverius Magai Ditunjuk sebagai Ketua DPW Partai Bulan Bintang Papua

September ada yang kocak, di twitter Fadli Zon mengkritik sejarawan Bonny Triyana, ingin mengajak debat soal PKI, tapi begitu diladeni malah ngeles. Zooon… zooon…. bacot aja digedein… mending gedein kambing biar bermanfaat.

Fadli Zon Tantang Bonnie Triyana Debat Soal G30S /PKI, Diladeni Malah Cupu

Oktober, acara Mata Najwa menampilkan wawancara dengan bangku kosong. Tak masalah, tapi attitude Nana (Najwa) sudah tak lagi elok untuk disebut sebagai jurnalis yang beretika. Ia pun mendapat kritik dari seniornya dulu saat masih menjadi jurnalis TV pemberitaan nasional.

Surat untuk Nana dari Seniornya Mantan Jurnalis: Rendah Hatilah

November ada yang baru saja diusir dari Arab. Dendanya ditebus oleh bos besar dari Timur Indonesia. Si deportan mau dipakai untuk menjadi pendulang suara buat pilkada dan pemilu 2024 nanti. Penggalangan suara ini musti dilakukan dari sekarang.

Pesan Jokowi yang Tak Pernah Terungkap Bikin Bisnis Keluarga JK Kering dan Ambrol

Tapi intelijen membaca pergerakan lain. Sel-sel tidur teroris siap menunggu di persimpangan untuk membuat Indonesia terbakar dan pecah belah.

Ada Teroris Internasional Menanti Kekacauan yang akan Dibuat Kadrun

Intel khusus yang terbaik dari yang terbaik dari yang paling baik turun melancarkan operasi senyap, klandestein dan kamuflase.

Meski teroris sempat membantai warga sipil di Poso, tapi masyarakat Indonesia bisa diredam tanpa gejolak yang berarti.

Sampai Desember ini selesai, isu paling topnya belum bisa ditentukan hingga 1 Januari 2021 nanti.

Terimakasih banyak untuk pembaca setia SintesaNews.com, kalian adalah bagian dari 930 ribu viewers kami dalam kurun waktu 12 bulan ini. Kami masih berharap bisa mencapai 1 juta viewers sebelum tutup akhir tahun nanti.

Tabik,
Pimpinan Redaksi SintesaNews.com
Erri Subhakti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here